1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

"Komisi PBB Untuk Gaza Harus Independen"

Komisi PBB untuk Gaza sudah mulai bertugas, walaupun belum bisa masuk ke Jalur Gaza karena alasan keamanan. Demikian Ketua Komisi William Shabas dalam wawancara dengan Deutsche Welle.

DW: Apa Anda yakin bisa mulai bertugas di Gaza, karena situasi selama beberapa hari terakhir masih belum aman?

William Shabas: Kami juga sudah bisa menganalisa dokumen, pernyataan dan laporan-laporan tentang Gaza, tanpa berada di kawasan konflik. Sampai sekarang memang masih belum jelas, apa kami bisa masuk ke sana. Kami harus mendapat ijin dari Israel dan Mesir, yang mengawasi perbatasan. Opsi yang lain adalah menemui penduduk Gaza yang berada di Kairo atau Amman. Ini bukan pertama kalinya sebuah komisi PBB tidak mendapat ijin memasuki kawasan yang ingin diperiksa.

Tujuan komisi Anda adalah menyelidiki pelanggaran HAM yang terjadi di Gaza sejak operasi militer dilancarkan Israel, mengidentifikasi para pelaku lalu memberi rekomendasi, bagaimana pelakunya harus bertanggung jawab. Apa sudah ada perkiraan awal, siapa yang melakukan pelanggaran HAM?

Saya tidak bisa menjawab pertanyan semacam itu. Saya harus bertemu dengan anggota komisi yang lain, lalu kami akan menentukan langkah selanjutnya. Kami diharapkan menyelesaikan laporan sampai Maret 2015, dan menyampaikannya kepada Dewan HAM PBB. Mungkin juga kami sebelumnya mengeluarkan laporan hasil sementara. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan tentang itu. Jadi tidak baik kalau saya berspekulasi tentang hal itu.

Menteri Luar Negeri dari negara Anda, Kanada, justru mengeritik pemilihan Anda sebagai ketua Komisi PBB untuk Konflik Gaza. Israel juga mengeritik pemilihan Anda dengan alasan tidak bisa independen. Anda yakin misi ini tetap bisa berhasil?

Saya tidak memikirkan tentang itu. Faktanya adalah, reaksi tersebut sudah diperkirakan sebelumnya. Walaupun demikian, resolusi Dewan HAM PBB tetap diterima dengan mayoritas besar. Ini pekerjaan penting yang harus dilaksanakan, dan ada dukungan besar di PBB. Tentu saja selalu ada pelaku politik yang khawatir, kalau mereka yang melanggar hukum internasional diminta bertanggung jawab atas perbuatannya.

Banyak yang mengeritik sikap anti Israel Anda, dengan mengutip pernyataan Anda yang ingin menyeret Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Mahkamah Internasional. Apakah sikap itu tidak menjadi masalah, ketika Anda menjadi anggota Komisi PBB?

Saya tidak ingin memengaruhi jalannya pemeriksaan. Semua fakta harus dihormati, dan kami harus mengupayakan segalanya, untuk menjamin independensi komisi ini. Saya sudah menegaskan, bahwa saya meninggalkan pandangan pribadi saya, ketika masuk ke komisi ini. Saya juga tidak akan berdiskusi tentang latar nelakang konflik Timur Tengah. Tidak mungkin menemukan seseorang yang tidak punya satu pendirian dalam tema ini. Jika kita menyingkirkan orang yang punya pandangan tertentu, itu tidak akan membantu tugas komisi ini.

Jurnalis dan ahli hukum William Schabas terpilih memimpin Komisi Pemeriksa PBB untuk Konflik Gaza. Komisi ini akan menyelidiki kemungkinan pelanggaran hukum internasional yang terjadi selama perang Gaza. Schabas adalah guru besar hukum internasional di Middlesex University di London dan di Universitas Leiden, Belanda.

Wawancara untuk Deutsche Welle dilakukan oleh Michael Knigge.

Laporan Pilihan