1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Komandan ISAF Puji Prestasi Militer Jerman di Afghanistan

Parlemen Jerman perpanjang mandat militernya di Afghanistan. Prestasi militer Jerman Bundeswehr di Afghanistan dengan 4.800 tentaranya, dinilai oleh Jenderal David Petraeus sebagai sangat berarti dan menakjbukan.

default

Komandan ISAF Jenderal David Petraeus

"Kedua batalyon infanteri ini, yang pertama kali dalam sejarah militer Jerman melaksanakan operasi pemberantasan pemberontak, melakukan tugas luar biasa. Pasukan Jerman sepantasnya bangga, karena kompenten, ahli, berani dan mampu melaksanakan operasi yang sungguh rumit," dikatakan Petraeus.

Jenderal Petraeus juga menekankan, bahwa keberhasilan yang diraih oleh tentara yang ditugaskan di kawasan utara, yang berada di bawah komando Jerman, merupakan kerja tim. Batalyon pelatihan dan perlindungan Bundeswehr beroperasi bersama dengan militer Afghanistan. Dan sekitar 5.000 prajurit Amerika Serikat telah ditempatkan di sana.

Namun terkait situasi keamanan di Afghanistan Utara, Jenderal Petraeus yang berbintang empat itu, sedikit menahan diri, "Saya tidak mengatakan kami sukses di sana, tetapi ada kemajuan." Dalam beberapa bulan mendatang, ketika biasanya pertempuran berlangsung kembali, dapat dilihat, apakah memburuknya keamanan yang dialami beberapa kawasan dua hingga tiga tahun lalu masih berlangsung atau berhasil ditangani.

Terkait rencana pengurangan tentara pertengahan 2011 nanti, yang antara lain juga memuat mandat baru bagi militer Jerman Bundeswehr, komandan ISAF Jenderal Petraeus memaparkan, "Penentuan batas waktu seperti itu dapat memacu produktivitas. Dan selama prosedurnya disesuaikan dengan keadaan setempat, selama kita secara terbuka dapat membuat prediksi risiko, inilah jalan yang tepat."

Menurut Petraeus, program pelatihan dan upaya peningkatan militer Afghanistan berada di jalan yang benar. Militer Afghanistan dididik agar dapat menciptakan sendiri keamanan di Afghanistan setelah pasukan tempur asing ditarik 2014 nanti. Sementara di Kabul, di mana militer Afghanistan bertanggung-jawab sendiri sejak 2009, masih sering terjadi serangan mematikan.

Walaupun pemilihan umum tahun 2010 dibayangi manipulasi dan terjadi perebutan kekuasaan dalam pembukaan parlemen, Petraeus mengatakan, Afghanistan menjalankan demokrasi. Menyangkut perundingan dengan pemberontak, panglima tertinggi pasukan barat di Afghanistan itu tidak mengutarakan apapun. Ia menjelaskan, terkait perundingan dengan pemerintah Afghanistan, para pemimpin Taliban masih belum sepakat. Petraeus menambahkan, ia belum pernah mengalami ketegangan intern separah itu. "Tahun ini akan menjadi sangat alot!"

Namun, apakah pertikaian itu akan berdampak pada perang di Afghanistan belum dapat dipastikan. Menurut Petraeus, tingkat kekerasan tahun 2011 juga akan signifikan. Karena Taliban berupaya keras untuk merebut kembali kekuasaannya di Afghanistan.

Sabine Matthay/Andriani Nangoy

Editor: Hendra Pasuhuk