1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kisah Predator Pemangsa Bocah Lelaki

William Vahey seorang guru favorit dan disukai para murid. Tapi dibalik itu, guru yang juga pernah mengajar di sekolah elit di Jakarta itu, adalah pemangsa remaja pria mengerikan.

Dia adalah salah satu guru yang disayangi di dunia kecil sekolah internasional yang melayani anak-anak dari diplomat, ekspatriat Amerika dan elit lokal. Dia adalah guru yang sering tiba paling pagi ke sekolah dan paling terlambat pulang. Dia pula yang membawa siswa-siswa ke tempat-tempat eksotis dan mentraktir para murid dengan kue-kue enak saat perjalanan karya wisata.

Itulah kepribadian William Vahey yang ditampilkannya di hadapan publik hingga lebih dari empat dekade, sampai akhirnya seorang pembantu rumah tangga yang membersihkan rumahnya di Nikaragua mengambil sebuah alat penyimpan data berkapasitas 16 gigabyte miliknya. Di dalamnya, ada sejumlah foto yang menjadi bukti sang guru ini telah mencabuli sejumlah laki-laki remaja, dalam karirnya selama menjadi guru di 10 sekolah, di empat benua.

Badan penyelidik Amerika Serikat FBI, menyebutnya sebagai pedofil berbahaya yang telah memicu krisis di masyarakat. Para orangtua menjadi cemas, bahwa anaknya bisa jadi merupakan salah satu korban guru favorit itu.

John Magagna, Direktur Search Associates, perusahaan perekrutan sekolah internasional terbesar di dunia berkeluh kesah: “Banyaknya insiden pencabulan ini mengejutkan saya.“

Korban tak sadar

Rupanya beberapa korban Vahey pun tak tahu mereka telah dicabuli. Biskuit Oreo yang ia diberikan pada anak-anak saat waktu tidur pada malam hari --ketika melakukan perjalanan ekstrakurikuler-- dicampur dengan obat tidur. Anak-anak tak sadarkan diri saat ia menyentuh mereka, dan mengambil pose untuk foto-foto cabul.

Vahey, 64 tahun usianya. Ia berasal dari West Point, New York. Ia kemudian berusaha bunuh diri di Nikaragua setelah pembantunya mencuri penyimpan data miliknya. Dia selamat dalam percobaan bunuh diri pertama itu. Tapi dalam upaya bunuh diri yang kedua kalinya, ia tewas setelah menikam dirinya sendiri di Minnesota pada tanggal 21 Maret 2014. Kematiannya meninggalkan ratusan mantan siswa yang bertanya-tanya apakah mereka pernah dilecehkan.

Korban tak mau tahu

Seorang ayah dari salah satu murid di Caracas, Venezuela mengatakan, anaknya -- seperti banyak orang lain—merasa lebih baik tidak mencari tahu tentang itu. Tetapi, anak itu tidak bisa lupa satu fakta, bahwa: "Dia memakan kue-kue itu juga," ujar sang ayah, yang mau berbicara tentang isu itu, dengan syarat namanya tak disebutkan, guna melindungi identitas anaknya: "Semua anak yang ikut karya wisata itu juga makan."

Selama puluhan tahun aksi Vahey berlangsung. Sebuah konvensi Kalifornia anti penyiksaan seksual tak mampu melindungi anak-anak itu dari aksi Vahey yang mengambil serangkaian pekerjaan yang berhubungan dengan anak-anak. Baik kolega dan atasannya gagal untuk mempertanyakan mengapa dia begitu sering bersama dengan anak laki-laki melewati malam. Setidaknya dua kali, anak-anak jatuh sakit misterius ketika bersamanya dan tidak ada penyelidikan atas peran Vahey ketika itu.

Perilaku sejak remaja

Pada tahun 1969, Vahey, yang merupakan anak pilot Perang Dunia II ditangkap atas tuduhan pelecehan seksual anak. Polisi mengatakan ia menyentuh penis delapan anak laki-laki yang berusia antara 7 sampai 9 tahun, di sebuah sekolah di Orange County ketika ia menjadi guru renang.

Vahey, yang saat itu berusia 20 tahun, mengatakan kepada pihak berwenang ia mulai menyentuh para anak laki-laki pada usia 14 tahun saat mengikuti perkemahan Pramuka.

William James Vahey FBI Bilder

William James Vahey saat muda

Psikiater mendiagnosa Vahey memiliki 'gangguan kepribadian,' seraya menambahkan bahwa gangguan tersebut seharusnya tak berpengaruh pada aksi penyalahgunaan seksual yang berbahaya bagi orang lain. Pengadilan bahkan memperbolehkan Vahey untuk mulai bekerja sebagai asisten guru sekolah publik setelah penangkapannya.

Vahey diputus bersalah atas perilaku cabul dan mesum yang dilakukannya. Dia diganjar hukuman penjara 90 hari dan lima tahun masa percobaan -- dengan syarat bahwa ia harus diawasi. ke halaman berikutnya

Laporan Pilihan