Kilas Balik Sepakbola Jerman di 2013 | Olahraga | DW | 20.12.2013
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Kilas Balik Sepakbola Jerman di 2013

Sepakbola Jerman mencatat prestasi gemilang tahun ini, diawali dengan final Liga Champions, hingga keberhasilan timnas merebut tiket ke putaran final Piala Dunia. Kendati begitu catatan sepakbola Jerman bukan tanpa cacat

Tidak ada yang mengira akan menyaksikan duel dua tim Jerman di final Liga Champions Eropa. Terlebih, ketika Borussia Dortmund dan Bayern München harus mengatasi perlawanan dua jawara Spanyol di Semi Final, Real Madrid dan FC Barcelona - dua klub yang selama ini mendominasi sepakbola Eropa.

Laga pemuncak di stadion Wembley, London, berlangsung sengit dan berakhir 2:1 untuk kemenangan Bayern. Kelegaan luar biasa memenuhi tim besutan Jupp Heynckes itu usai menyudahi puasa gelar Eropa sejak 12 tahun. Terlebih Bayern telah berlaga di tiga final Liga Champions dalam lima tahun terakhir.

"Jika kami ingin disebut sebagai generasi emas, maka kami harus merebut gelar internasional," kata kapten Philipp Lahm usai laga di Wembley kala itu. "Gelar Eropa adalah tolak ukur prestasi seorang pesepakbola dan sesuatu yang melekat dalam ingatan para fans, terutama jika ini menyangkut klub sebesar FC Bayern. Dan hari ini kami berhasil mencapainya."

Kedatangan Guardiola

Bayern tidak berhenti di London. Usai memastikan gelar juara liga, Lahm dkk. juga menyabet gelar DFB Pokal setelah mengandaskan Stuttgart di final. Musim ini, Bayern menjadi klub Bundesliga pertama yang merebut tiga gelar sekaligus. Ditambah dengan kemenangan atas Chelsea di Supercup Eropa, Bayern menjadi tim yang paling diburu di Eropa.

Bayern seakan enggan mengendurkan otot. Menyusul keputusan Jupp Heynckes untuk pensiun, klub yang bermarkas di Sabener Straße, München, itu menggaet pelatih kenamaan, Pep Guardiola yang menjadi buruan nomer satu di Eropa.

UEFA Champions League Finale (FC Bayern München gegen Borussia Dortmund)

Final Liga Champions Eropa di stadion Wembley, London

Dalam waktu singkat, bekas pelatih Barcelona itu mendaratkan sejumlah pemain kelas dunia, antara lain Mario Götze yang menyebrang dari Dortmund dengan dana transfer 37 juta Euro dan Thiago Alcantara yang berasal dari Barcelona.

Selain itu pelatih Spanyol tersebut memoles beberapa pemain lama, Philipp Lahm kini diplot menjadi gelandang bertahan, sementara Franck Ribery dan Arjen Robben semakin berkembang menjadi duet maut di Eropa. Ribery saat ini dinominasikan untuk merebut gelar pemain terbaik Eropa, alias Ballon d'Or.

Timnas Jerman dan celah di lini pertahanan

Catatan baik juga diraih tim nasional Jerman yang melakoni babak kualifikasi Piala Dunia 2014. Skuad besutan Joachim Löw itu membukukan sembilan kali menang dan satu kali imbang dengan perbedaan gol 36:10. Jerman bertengger di urutan teratas klasemen dan meninggalkan Swedia dengan delapan angka di tempat kedua.

Kendati begitu penampilan der Panzer selama babak kualifikasi juga mengungkap kelemahan pada barisan pertahanan yang dikomandoi Philipp Lahm. Laga kualifikasi melawan Swedia (4:4 dan 5:3), pertandingan persahabatan versus Paraguay (3:3) dan Amerika Serikat (3:4), menyisakan rasa pahit di bibir.

WM 2014 in Brasilien Werbung

Iklan Piala Dunia timnas Jerman di salah satu harian Brasil



Menemukan duet yang ampuh di lini belakang, antara Per Mertesacker, Jerome Boateng dan Mats Hummels adalah tugas terbesar pelatih Joachim Löw tahun depan menjelang Piala Dunia. "Buat saya ada dua fokus saat ini," kata Löw, "yaitu memperkokoh pertahanan. Ini dimulai dari depan. Kalau semua pemain bertahan dengan gigih, maka itu akan menjadi keuntungan buat semua. Selain itu adalah mempertajam serangan di depan," katanya.

Menurut hasil undian, Jerman akan menghadapi grup sulit di putaran final Brasil, dengan Portugal, Amerika Serikat dan Ghana di grup G. Otoritas Sepakbola Jerman (DFB) sendiri sejauh ini sudah melakukan sejumlah persiapan di Brasil.

DFB antara lain bekerjasama dengan produsen otomotif, Mercedes, yang juga sponsor resmi timnas Jerman buat membangun sendiri markas tim di Bahia, Brasil. Markas yang dilengkapi dengan penginapan dan fasilitas olahraga kelas dunia itu dulunya adalah sekolah olahraga. DFB yakin, markas timnas yang baru akan tuntas tepat waktu menjelang putaran final.

Skandal pajak dan gol phantom

Betapapun prestasi yang ditorehkan sepakbola Jerman, catatan di tahun ini tidak sepenuhnya bersih. Pencapaian Bayern München misalnya dibayangi oleh skandal pajak seputar Presiden Uli Hoeness. Legenda Bayern itu Januari silam melaporkan diri ke kepolisian dan mengaku menyingkirkan dana besar ke Swiss untuk menghindari pajak.

Fußball Bundesliga Bayer 04 Leverkusen gegen TSG 1899 Hoffenheim

Gol ajaib Kießling ke gawang Hoffenheim. Reaksi sang penyerang bertolak belakang dengan keputusan wasit yang mengesahkan gol tersebut

November kemarin pengadilan di München mengabulkan gugatan kejaksaan. Hoeness yang tadinya yakin akan lolos, harus menghadapi proses hukum mulai Maret 2014 mendatang. Jika terbukti bersalah di semua butir dakwaan, sang presiden bisa dikenai hukuman penjara.

Skandal lainnya dicatat oleh Bayer Leverkusen, atau lebih tepatnya Stefan Kießling. Penyerang berbadan jangkung itu mencetak gol phantom, ketika menyundul bola ke sisi gawang, namun bola masuk dari samping melalui lubang di jaring gawang. Wasit yang tidak melihat proses terjadinya gol tersebut, menyatakan sah dan melanjutkan pertandingan kendati diiringi protes pemain Hoffenheim.

Peristiwa tersebut menghidupkan kembali debat seputar teknik pendeteksi bola di garis gawang. Awal tahun depan Deutsche Fußball Liga (DFL) akan menentukan kapan teknologi tersebut diterapkan di Bundesliga.