1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Kesulitan Warga Afrika Mendapatkan Visa Jerman

Secara resmi, 4,6 juta warga Afrika hidup legal di Uni Eropa. Sekitar 270.000 tinggal di Jerman. Untuk bisa hidup di Eropa diperlukan visa. Namun biayanya cukup mahal dan persyaratannya terlalu rumit bagi warga Afrika.

default

Visa untuk Jerman

Bagi warga semua negara Afrika berlaku peraturan yang sama. Mereka hanya boleh memasuki Jerman jika memiliki visa. Untuk itu, harus mengajukan permohonan visa dengan membayar 60 Euro. Bagi pemohon yang ingin tinggal di Eropa sampai tiga bulan memerlukan ‚visa Schengen'. Peraturan ini berlaku misalnya untuk perjalanan bisnis, mengunjungi teman dan keluarga atau mengikuti kursus bahasa. Bagi yang ingin tinggal lebih dari tiga bulan, misalnya untuk kerja atau studi, memerlukan ‚visa nasional'. Visa ini hanya berlaku untuk satu negara, sedangkan visa Schengen untuk beberapa negara di Eropa. Tahun lalu kedutaan Jerman di Afrika memberikan sekitar 130.000 visa Schengen dan 11.000 visa nasional. Namun berapa pengajuan yang ditolak oleh kedutaan, Kementerian Luar Negeri Jerman tidak mengungkapkannya.

Proses permohonannya sendiri cukup rumit, karena pemohon harus melampirkan sejumlah dokumen. Mulai dari paspor, foto, surat undangan, surat keterangan dari tempat kerja, raport hingga surat pernyataan membayar pajak. Tergantung dari visa yang dibutuhkan.

Khususnya dua persyaratan yang menyulitkan pemohon dari Afrika untuk mendapatkan visa. Pertama, bagi yang tidak memiliki paspor atau keterangan lainnya, harus berusaha untuk mendapatkan paspor. Namun, bagi yang hidup di kawasan krisis atau lahir di sebuah negara dimana sering kali tidak ada kantor pemerintah, sering tidak memiliki akte kelahiran. Dan tanpa akte kelahiran tidak bisa mengajukan permohonan mendapatkan paspor. Tetapi karena birokrasi dan korupsi merajalela di banyak negara Afrika, pemohon terkadang harus menunggu hingga satu tahun sampai mendapatkan paspor.

Kedua, masalah uang. Untuk visa studi, pemohon harus menunjukkan memiliki uang cukup untuk dapat mendanai hidupnya selama tahun pertama di Jerman. Jumlah seluruhnya kira-kira 7.716 Euro. Sebagai bukti memiliki uang sebanyak itu, pemohon misalnya dapat melampirkan buku tabungan dengan jumlah tersebut. Persyaratan ini bagi kebanyakan warga Afrika tidak mungkin dipenuhi.

Selain itu, di Ghana misalnya pemohon harus membuat janji terlebih dulu dengan kedutaan Jerman bagian visa. Begitu juga di Tunesia atau Aljazair. Sedangkan di Kenya, Ruanda, Namibia atau Etiopia tidak perlu membuat janji. Beberapa kedutaan Jerman di Afrika tidak memberikan visa, sehingga pemohon dari Chad atau Gabun misalnya harus pergi ke Kamerun. Atau dari Liberia dan Sierra Leone harus pergi ke Ghana.

Pemberian visa itu sendiri sering dipermasalahkan. Karena para pegawai kedutaan tidak wajib untuk memberikan alasan mengapa seseorang mendapat visa atau tidak. Kalangan pengritik mengatakan, menerima atau menolak sebuah pengajuan permohonan visa juga tergantung pada suasana hati petugas. Sedangkan kementerian luar negeri Jerman menerangkan, bahwa semua permohonan diperiksa dengan teliti. Tidak ada visa yang diberikan dengan sembarangan.

Setiba di Jerman birokrasinya masih berlanjut. Kebanyakan migran harus mengubah visanya menjadi izin tinggal sementara atau tetap. Dan hal ini memerlukan lagi waktu, uang dan kesabaran.

Monika Griebeler / Andriani Nangoy

Editor: Asril Ridwan