1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Sosial

Hadapi Corona, Masyarakat Indonesia Kerjasama 

18 April 2020

Wabah corona ditanggapi masyarakat Indonesia dengan cara bekerjasama. Bukan hanya dokter dan paramedik yang aktif, melainkan juga mahasiswa, TNI dan pemerintah. 

https://p.dw.com/p/3b6y1
Indonesien | Medizinische Angestellte tragen Sicherheitsanzüge vor evakuierung der Crew der Diamond Princess
Foto: Reuters/Antara Foto

Wabah COVID-19 di Indonesia membuat masyarakat bahu membahu menolong warga yang terdampak maupun untuk paramedis yang menjadi garda terdepan memerangi virus ini. Di Kota Bandung, selain pemerintah, perguruan tinggi dan TNI juga terjun langsung memberikan bantuan. 

 
Seperti yang dilakukan Universitas Bhakti Kencana Bandung. Perguruan tinggi swasta ini menyalurkan bantuan 34 ribu lebih alat pelindung diri (APD) ke-45 unit pelayanan kesehatan di Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. 
 
"Di tengah pandemi COVID-19 yang sudah menimbulkan banyak korban dan kerugian seperti saat ini, kemanusiaan dan kesehatan kita menjadi prioritas," Ketua Yayasan Universitas Bhakti Kencana Bandung A Mulyana kepada detikcom, Sabtu (18/4/2020). 
 
A Mulyana menilai, di tengah situasi sulit akibat pandemi COVID-19 ini, ada satu hal positif yang makin menguat di kalangan masyarakat Indonesia, yakni sikapsaling membantu dan gotong royong. 

Pasar Kapasan dibuka kembali  

Pasar Kapasan sempat ditutup selama dua pekan, setelah ada dua pegawai positif corona. Kini, setelah dibuka Sabtu (18/4/2020) pagi, pasar di bawah tanggung jawab Pemkot Surabaya itu akan dievaluasi. 
 
Evaluasi yang dilakukan berupa kedisiplinan dalam menerapkan protap bagi pengunjung dan pembeli selama seminggu setelah dibuka. 
 
"Seminggu ini akan dievaluasi, mulai Sabtu ini sampai Sabtu depan. Intinya evaluasi kedisiplinan mereka dalam berdagang, menerapkan protokol COVID-19. Kalau sosialisasi sudah dilakukan, peralatan sudah diberikan, kalau masih bandel terpaksa," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Pemkot Surabaya Agus Hebi Djuniantoro kepada detikcom di Pasar Kapasan, Sabtu (18/4/2020). 

Hebi mengatakan pihaknya juga melakukan sosialisasi setiap hari. Tujuannya untuk mengevaluasi apakah selama seminggu ini masih ada yang tidak memakai masker atau tidak.  

Pasar Raya Padang ditutup selama lima hari 

Pemerintah Kota Padang menutup aktivitas di Pasar Raya Padang selama lima hari. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (COVID-19). 

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, aktivitas di pasar utama di Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat ini ditutup sementara karena akan dilakukan penyemprotan total. 

"Harus kita bersihkan dan disemprotsecara total, agar tidak semakin banyak kasus dari sana. Agar tidak semakin banyak pedagang dan warga kita yang jadi korban," kata Mahyeldi kepada wartawan, Sabtu (18/4/2020). 

Pasar Raya Padang ditutup sementara selama 5 hari mulai Senin (20/4) hingga Jumat (24/4) mendatang. Sejauh ini Pasar Raya Padang sudah menjadi klaster transmisi lokal penyebaran COVID-19 di daerah itu. 

"Sekarang Dinas Pasar melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada para pedagang sampai hari Minggu (19/4) besok. Senin (20/4) mulai dilakukan penyemprotan," katanya. 

Bantuan langsung tunai dan non tunai kepada warga Sumedang 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan sosial langsung tunaidan non tunai kepada warga Sumedang yang terdampak pandemi virus corona (COVID-19), yang akan disalurkan PT POS dan Ojek Online. 
 
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap dengan bantuan ini tidak ada warga yang kelaparan akibat dampak wabah pandemi COVID-19 ini. "Insya Allah semua akan dilakukan oleh pemerintah, tidak boleh ada warga Sumedang dan Jawa Barat yang kelaparan," kata Ridwan Kamil yang biasa disapa Kang Emil usai memberikan bantuan sosial langsung tunai dan non tunai, di Kantor Pos Sumedang, Sabtu (18/4/2020). 
 
Adapun Bantuan yang diberikan sebesar Rp 500 ribu per kepala keluarga (KK) terdiri dari uang tunai dan non tunai berupa sembako selama 4 bulan. 
 
Selain itu juga, kata Kang Emil, pihaknya meminta kepada seluruh warga Sumedang untuk mentaati aturan pemerintah agar tidak keluar rumah, jika tidak ada keperluan yang terdesak saat dimulainya penerapan PSBB ini. (ml/yp) 

Baca selengkapnya di: DetikNews

Pandemi Corona, RK Berikan Bantuan untuk Warga Sumedang Lewat Pos dan Ojol

Pasar Kapasan Kembali Dibuka, Pemkot Surabaya Evaluasi Selama Sepekan

Pandemi Corona, TNI dan Warga Bandung Salurkan Ribuan APD-Sembako

Jadi Klaster COVID-19, Pasar Raya Padang Sumbar Ditutup 5 Hari