1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Keputusan Swift UE Kecewakan Amerika Serikat

Washington kecewa terhadap Parlemen Eropa yang menolak perjanjian pertukaran data bank antara negara Uni Eropa dan Amerika Serikat, atau kesepakatan Swift. Keputusan itu dilihat sebagai ancaman bagi program anti teror.

default

Parlemen Eropa di Brussel

Pernyataan Presiden AS Barack Obama sangat jelas: „Sudah waktunya bagi Amerika Serikat dan Eropa untuk kembali bersama-sama mengupayakan penyelesaian tantangan-tantangan pada abad ke-21."

Pernyataan Obama sebelumnya untuk menghadapi tantangan yang sama dalam kemitraan antara Eropa dan Amerika Serikat yang setara, baru saja diketengahkan setahun yang lalu namun kini sudah tidak aktual lagi. Presiden AS berulang kali menegaskan bahwa ancaman teror internasional di Berlin, Paris dan Brussel tidak lebih sedikit ketimbang di New York dan Washington: „Karena itulah negara-negara di Amerika dan Eropa membentuk aliansi kemitraan untuk bersama-sama memerangi jaringan Al-Qaida dan pendukung-pendukungnya."

Namun bila perang melawan Al-Qaida hendak dijalankan, negara Eropa menjadi ragu. Demikian menurut pandangan pemerintahan Obama. Penolakan Parlemen Eropa terhadap kesepakatan Swift, yaitu perjanjian pertukaran data bank antara negara UE dan AS, mencengangkan pemerintah di Washington. Keheranan ini juga ditunjukkan oleh Menteri Luar Negeri Hillary Clinton yang awal Februari lalu memperingatkan Presiden Komis UE bahwa penolakan kesepakatan Swift mengancam program anti teror.

Perbedaan pendapat dengan Eropa memang tidak dapat dihindari, demikian diutarakan Menlu Clinton dengan sopan dalam pidatonya di UE. Namun, kejengkelan kelihatan meningkat baik di kementrian luar negeri AS maupun kementrian pertahanan di Pentagon, terutama bila itu berkaitan dengan perang di Afghanistan. Setahun yang lalu, juru bicara Pentagon, Geoff Morell mengutarakan, keterlibatan Eropa di Afghanistan jelas masih dapat ditingkatkan. Ia berharap, popularitas Obama di Eropa dapat meningkatkan keterlibatan mitra-mitra Eropa AS di Afghanistan. Tetapi setelah Konferensi Afghanistan di London Januari lalu, AS benar-benar kecewa. Presiden Obama bahkan menyinggung bahwa pertempuran-pertempuran di Afghanistan sangat keras dan jumlah serdadu AS yang tewas tinggi.

Pesan Obama ini menurut Gedung Putih, bertiup di ibukota negara-negara Eropa bagaikan angin lalu. Artinya, pada dasarnya tidak dipedulikan. Juga imbau-imbauan dari Menteri Pertahanan Robert Gates terhadap UE: „Kami tentu berharap bahwa mitra-mitra kami dan yang lainnya meningkatkan keterlibatannya pada upaya NATO di Afghanistan."

Pemerintah AS mengharapkan, Eropa tahun ini menambah pasukannya di Afghanistan hingga mencapai sekitar sepuluh ribu tentara. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi. Bila ingin mencapai sesuatu bagi wilayah-wilayah krisis di dunia, pihak tersebut harus berbicara tersendiri dengan setiap pemerintah Eropa. Demikian menurut pandangan Washington saat ini.

Pendekatan harus dilakukan dengan Inggris bila itu menyangkut pasukan tempur yang efisien. Dengan Jerman agar sanksi terhadap Iran dapat dilaksanakan dengan efektif, karena Jerman adalah mitra dagang Iran yang penting. Dengan berbagai negara Eropa lainnya bila itu berkaitan dengan pengawasan transaksi perbankan internasional. Secara tersendiri, negara-negara Eropa jauh lebih penting ketimbang UE. Itulah pandangan Washington saat ini. Karena itu dapat dimengerti bila Obama membatalkan kehadirannya pada pertemuan puncak Eropa-Amerika di Madrid.

Ralph Sina/Christa Saloh

Editor: Andriani Nangoy