1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kepemimpinan Dewan Eropa Beralih ke Spanyol

Seiring pergantian tahun, kepemimpinan di Dewan Eropa beralih dari Swedia ke Spanyol. Namun Spanyol adalah negara pertama yang harus puas dengan peran sederhana dalam masa rotasi kepemimpinan Dewan Eropa.

default

Logo kepemimpinan Spanyol di Dewan Eropa

Untuk keempat kalinya Spanyol mengambil alih kepemimpinan Dewan Eropa. Tapi kali ini ada perbedaan yang menentukan. Kini perjanjian reformasi Eropa, Perjanjian Lissabon sudah berlaku. Dan ini membuat ketua Dewan Eropa secara rotasi selama enam bulan, berkurang perannya dibanding jabatan baru yang muncul dengan berlakunya Perjanjian Lissabon, yakni presiden tetap Dewan Eropa.

Politisi Belgia Herman van Rompuy secara formal memiliki wewenang lebih dibanding Perdana Menteri Spanyol José Luis Rodriguez Zapatero. Tapi van Rompuy terkenal sebagai diplomat yang handal dalam bidang mediasi, hal itu tampak jelas dalam pertemuan pertamanya dengan Zapatero di Spanyol

"Bagi kami warga Belgia, Spanyol adalah sebuah negara dengan matahari. Ketika saya datang saya hanya melihat salju, itu suatu syok budaya. Tapi kehangatan yang saya rasakan di sini dan memenuhi pembicaraan kami, kehangatan ini memulihkan semuanya."

Kehangatan atau seperti yang dikatakan Menteri Luar Negeri Spanyol Miguel Angel Moratinos, Spanyol mendukung tugas van Rompuy dengan sederhana dan berdiam diri. Meskipun demikian Spanyol juga ingin memperoleh secercah gemerlap selama masa kepemimpinannya di Dewan Eropa.

Di Madrid terjalin kesepakatan peraturan transisi, dimana paling tidak pertemuan puncak dengan negara-negara dunia ketiga akan digelar di Spanyol, untuk terakhir kalinya. Dan itu antara lain akan membawa Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Madrid. Juga pertemuan informal menteri luar negeri Uni Eropa tidak akan seluruhnya diserahkan kepada utusan tinggi luar negeri Eropa Catherine Ashton. Pertemuan itu akan dipimpin Ashton bersama dengan Menteri Luar Negeri Spanyol Moratinos.

Pemulihan ekonomi di Eropa adalah tugas terpenting selama enam bulan kepemimpinan Spanyol di Dewan Eropa. Demikian dikatakan Perdana Menteri José Rodriguez Zapatero dalam pesan video awal tahun 1 Januari lalu:

"Dalam masa kepemimpinan Spanyol di Dewan Eropa, dalam periode enam bulan ini, kami berniat dan berupaya memperkuat Uni Eropa. Terutama perekonomian Eropa, kerjasama dengan ke-27 negara anggota dalam politik ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja. Kami ingin mencapai Eropa yang lebih kuat dengan penerapan Perjanjian Lissabon secara cepat, lugas dan dinamis. Serta penguatan posisi internasional Uni Eropa di berbagai kawasan, terutama di Amerika Latin, Amerika Utara, Afrika dan kawasan Laut Tengah.“

Jadi rangsangan untuk perekonomian dan lapangan kerja, selain itu strategi Uni Eropa 2020. Sebuah strategi yang diharapkan membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi Uni Eropa. Bagaimana bentuk jalan keluar dari krisis keuangan tersebut, menurut Herman van Rompuy akan menjadi tema pertemuan istimewa Februari mendatang

"Kami akan memiliki dewan informal untuk tema ekonomi dan lapangan kerja dan strategi untuk ekonomi awal Februari."

Di sini orang sudah dapat melihat bahwa presiden tetap Dewan Eropa itu ingin memberikan aksen sendiri. Tapi para politisi Spanyol kini memiliki waktu setengah tahun untuk menampilkan tema-temanya. Untuk itu Spanyol memilih motto "Inovasi bagi Eropa". Disampaikan Zapatero

„Dalam waktu enam bulan kepemimpinan Spanyol di Dewan Eropa, kami akan memperkuat Spanyol di Eropa dan di dunia. Dan kami akan memajukan kepulihan perekonomian serta menjaga suatu perekonomian bagi masa depan Eropa, yang lebih inovatif, lebih stabil dan lebih mampu bersaing dalam dunia global. Itulah sasaran kami.“

Sementara itu kepolisian Spanyol mengkhawatirkan selama periode kepemimpinan di Dewan Eropa akan terjadi serangan dari kelompok bawah tanah Baskia ETA. Oleh sebab itu tingkat peringatan teror ditingkatkan.

Masa Kepemimpinan Swedia di Dewan Eropa Berakhir

Enam bulan terakhir ketua Dewan Eropa berada di tangan Swedia. Perdana Menteri Swedia Fredrik Reinfeldt menyebutnya sebagai enam bulan yang intensif.

Seberapa besar perubahan yang terjadi dalam Uni Eropa dalam setengah tahun terakhir dapat terlihat dengan berakhirnya masa kepemimpinan Swedia di Dewan Eropa. Akhir Juni Menteri Urusan Eropa Swedia Cecilia Malmström menyampaikan tema utama negaranya

„Kami semua sadar bahwa ini adalah masa kepemimpinan Dewan Eropa yang tergolong sulit. Parlemen baru sedang melakukan pembentukan, terjadi perubahan komisi, kami mengalami ketidakpastian sehubungan kerangka institusional dengan kemungkinan referendum baru di Irlandia dan kami mengalami krisis ekonomi.“

Bahkan krisis ekonomi pun tampaknya kini tidak lagi terlalu dramatis seperti dulu. Tapi terutama proses reformasi Perjanjian Lissabon mengalami kemajuan. Perjanjian Lissabon kini sudah berlaku. Dan Spanyol sebagai ketua Dewan Eropa saat ini, adalah yang pertama kalinya mengalami tantangan baru yakni masa kepemimpinan bersama Herman van Rompuy sebagai presiden tetap Dewan Eropa dan Catherine Ashton sebagai utusan tinggi luar negeri Uni Eropa, dua jabatan yang memiliki kewenangan lebih luas.

DK/ZR/DW/dpa