1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kemenangan Koalisi Jepang Permudah Rencana Abe

Koalisi pemerintah Jepang Perdana Menteri Shinzo Abe raup kemenangan mutlak di Majelis Tinggi dan kini hendak picu agendanya.

Menyusul kemenangan besar koalisi pemerintahan Jepang pada pemilu parlemen, Majelis Tinggi Jepang hari Minggu (21/7), Perdana Menteri Shinzo Abe mengumumkan untuk segera melaksanakan kebijakan politik dan ekonominya. Kemenangan itu disambut pasar bursa secara positif. Indeks Nikkei mencatat kenaikan 0,5 persen.

Dengan demikian, partai dari PM Abe yang kini menguasai kedua majelis parlemen Jepang, dapat menyelesaikan blokade di parlemen yang sudah berjalan selama enam tahun terakhir ini. Pemilu parlemen semacam ini baru akan digelar lagi tahun 2016, bila dilakukan pemilihan anggota Majelis Rendah. Pada tahun-tahun terakhir, kebijakan perekonomian ketiga terbesar di dunia ini tampak tidak stabil akibat seringnya pergantian pemerintahan.

©Kyodo/MAXPPP - 22/07/2013 ; TOKYO, Japan - Japanese Prime Minister and Liberal Democratic Party President Shinzo Abe puts flowers on the name of winning party candidates in the House of Councillors election at the LDP's headquarters in Tokyo on July 21, 2013. (Kyodo)

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe

Pada pemilu hari Minggu, partai konservatif LDP dan mitra koalisinya partai Budhhis, Komeito berhasil mengakhiri kekuasaan oposisi yang sebelumnya mendominasi Majelis Tinggi, dengan meraih 135 kursi dari 242 yang tersedia. "Kemenangan kami berarti bahwa rakyat menghendaki pemerintah yang stabil dan tegas", kata Abe kepada pemancar TV Jepang, NHK.

Reformasi Struktural, Agenda Nasionalis?

Pemerintahan Abe jelas mengambil keuntungan dari ketidakpuasan warga terhadap pemerintahan sebelumnya dan peningkatan anggaran belanja negara. Melalui kebijakan finansial yang agresif, yaitu dengan pelonggaran pengetatan dana, Abe hingga kini berhasil memicu kembali perekonomian Jepang.

Sekarang semua harapan ditumpukan pada Abe, apakah setelah pemilu Majelis Tinggi dia juga akan mampu melakukan reformasi struktural yang diperlukan segera, misalnya dalam sektor kesehatan dan pertanian.

Japan's Prime Minister Shinzo Abe (C), who is also leader of the ruling Liberal Democratic Party, raises his fist with his party members at the start day of campaigning for the July 21 Upper house election in Tokyo July 4, 2013. Abe, riding high in opinion polls on hopes he can revive a stagnant economy, urged voters on Thursday to back his ruling bloc in this month's upper house election and end a six-year policy deadlock. REUTERS/Toru Hanai (JAPAN - Tags: POLITICS ELECTIONS)

Shinzo Abe (tengah) saat kampanye pemilu parlemen Majelis Tinggi

Seandainya perdana menteri Jepang ini berhasil menundukkan perlawanan kelompok-kelompok lobby yang sangat berpengaruh, perekonomian Jepang bisa pulih. Demikian menurut para pengamat. Namun, Abe juga bisa jadi akan hanyut terbawa agenda nasionalisnya. Misalnya, dia hendak mengubah konstitusi pasifis dari tahun 1946 yang rumusannya saat itu ditentukan oleh Amerika Serikat. Kini, bersama pelindungnya AS, Jepang mengharapkan akan menjadi bangsa yang secara militer dan internasional kembali kuat dan percaya diri. Pertikaian teritorial dengan China dan ancaman Korea Utara juga memberikan dukungan rencana kontroversial Shinzo Abe untuk mengubah konstitusi.

Sementara itu, terkait hubungan Jepang dengan China, Abe mengatakan hari Senin (22/7): "Kami sebaiknya melakukan pembicaraan yang terbuka, pada tingkat menteri luar negeri dan kepala pemerintahan. Pintu untuk perundingan terbuka." Demikian dilaporkan kantor berita Jiji Press.


csf/hp (afp, dpa, rtr)

Laporan Pilihan