1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kembali Pemecatan di Administrasi Trump Yang Kacau-Balau

Pemecatan berikutnya terjadi di administrasi Presiden AS, Donald Trump. Sekarang giliran Anthony Scaramucci yang "ditendang." Katanya penyebabnya serangan verbal Scaramucci terhadap rekan kerjanya.

   

Pemecatan Anthony Scaramucci dari jabatan direktur komunikasi Gedung Putih terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengambil sumpah kepala staf baru, yaitu jenderal purnawirawan John Kelly. Menurut laporan The New York Times, Scaramucci dipecat sesuai permintaan John Kelly.

Dalam sebuah pernyataan pendek dari Gedung Putih dikatakan, Scaramucci merasa lebih baik jika memberikan kesempatan kepada Kepala Staf John Kelly untuk membentuk timnya. Sebelumnya, Sean Spicer mengunakan alasan sama ketika mengumumkan pengunduran diri sebagai juru bicara Gedung Putih, di hari penunjukkan Scaramucci.

Juru bicara Sarah Huckabee Sanders mengatakan kepada wartawan, tidak ada rencana untuk menempatkan Scaramucci pada posisi lain di administrasi Trump. Scaramucci, yang jadi direktur komunikasi ketiga, dalam pemerintahan Trump, yang baru sekitar enam bulan, dikawal ketika meninggalkan Gedung Putih.

John Kelly mulai berkiprah

Hari Senin kemarin John Kelly memulai tugasnya sebagai kepala staf Gedung Putih. Tindakan pertamanya adalah memutuskan pemecatan Scaramucci, dan mengadakan revisi pada struktur perintah yang tidak berfungsi, dan dalam waktu singkat telah menelorkan fraksi-fraksi yang bemusuhan. Mulai sekarang, juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders dan seluruh staf senior, termasuk menantu Trump, Jared Kushner, serta kepala bidang strategi Steve Bannon, akan melapor ke John Kelly, bukan kepada Presiden Trump.

Sanders mengatakan, John Kelly "akan menetapkan struktur baru, juga disiplin dan mendatangkan kekuatan," ke Gedung Putih, kata Sanders. Ketika masih berkarir di militer, Kelly punya reputasi sebagai komandan yang terus terang dan tidak takut mengungkap pendapat walaupun tidak disukai orang.

Walaupun pada prinsipnya mendukung Trump, John Kelly berusaha membuat lebih moderat posisi garis keras Trump. Seperti halnya Menteri Pertahanan Jim Mattis yang juga jenderal purnawirawan, Kelly juga merasa frustrasi dengan keputusan Trump untuk melarang imigrasi dan masuknya pengungsi dari sejumlah negara tertentu. Keduanya juga menyatakan tidak ikut dalam pembuatan rancangan keputusan itu.

ml/ap (rtr, ap, dpa)

Laporan Pilihan