1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Keluar dari Kemiskinan dengan Kredit Mikro

Organisasi kredit mikro berusaha untuk membantu. Kredit sekecil 25 Dolar pun bisa turut mengubah nasib seseorang. Di Vietnam, terutama para perempuan lah yang aktif terlibat dalam pemanfaatan kredit mikro tersebut.

default

Petugas dana kredit mikro di Vietnam

Thuy Thi Tran, perempuan petani berusia 53 tahun ini tinggal di desa kecil dekat kota Dong Trieu di timur laut Vietnam, memiliki sawah dan beternak ayam dan bebek. Ia juga pemilik kolam ikan dan mesin panen beras. Di saat ia tidak membutuhkan alat tersebut, ia menyewakannya ke tetangganya dan dengan itu menghasilkan sedikit uang tambahan.

Melipatgandakan Penghasilan

Thuy Thi Tran tidak melewatkan kesempatan sekecil apa pun yang bisa memperbaiki standar hidupnya. Keberhasilannya adalah bukti, bahwa kredit mikro berfungsi di Vietnam. "Secara keseluruhan, keluarga kami kini memiliki satu hektar lahan pertanian. Dulu kami sangat miskin. Saya sangat berterima kasih kepada dana kredit mikro, karena meminjamkan uang kepada kami."

Frau Thuy Thi Tran Mikrokreditnehmerin

Thuy Thi Tran, petani yang berhasil melalui kredit mikro

Tahun 2002, Thuy Thi Tran memulai usahanya dengan meminjam uang sebesar 500 ribu Dong atau sekitar 300 ribu Rupiah. Kini pinjamannya mencapai 20 juta Dong, atau 80 juta Rupiah. Berkat kredit ini, penghasilan Thuy Thi Tran bertambah. Empat kali lebih banyak dari sebelumnya. Di hari baik, Tran bahkan bisa menghasilkan 1 juta Dong. Di Vietnam ini jumlah yang sangat besar. Cukup untuk memberikan kehidupan yang baik bagi ketiga orang anak laki-laki Tran.

Permintaan Kredit Terus Bertambah

Ribuan perempuan Vietnam berhasil keluar dari jurang kemiskinan melalui kredit mikro, semenjak program ini dikenalkan tahun 80an. Ada banyak lagi cerita sukses. Seperti Lien Thi Tran dari kota kecil Phuc Yen di provinsi Vinh Phuc. Beberapa tahun yang lalu ia masih menjadi penjual baju di pasar-pasar mingguan. Kini ia mengelola tempat penitipan anak yang ia dirikan sendiri.

Sekitar 50 anak dalam usia antara 18 bulan hingga lima tahun datang setiap hari kerja kesini. Mereka ditempatkan dalam tiga kelompok yang berbeda di 'Bong Sen', nama tempat penitipan anak tersebut. Saat ini Lien Thi Tran mempekerjakan empat pengasuh anak. Selanjutnya, ia mungkin memerlukan lebih banyak pegawai. Karena permintaan akan tempat penitipan semakin besar, khususnya, dari keluarga yang tinggal di kota.

Tran kelak akan membutuhkan lebih banyak kredit mikro. Dan ia tidak sendirian. Semakin banyak permintaan akan kredit mikro bagi industri kecil. Ini adalah tren yang sepertinya belum akan berakhir. Demikian menurut Thuy Hong Nguyen, pemimpin kantor regional dana TYM di Phuc Yen. Dana ini adalah proyek serikat perempuan Vietnam dan TYM adalah singkatan dari bahasa Vietnam yang artinya 'aku cinta kamu'.

Lien Thi TRAN Mikrokreditnehmerin

Lien Thi Tran memulai usaha penitipan anak dengan bantuan dana kredit mikro

Kredit Mikro Berkembang Lamban

Kelak, tantangan terbesar bagi sektor kredit mikro Vietnam adalah sumber dana. Sektor keuangan mikro bergantung pada dukungan NGO asing. Berdasarkan peraturan pemerintah Vietnam, organisasi keuangan mikro tidak boleh menerima pinjaman dari lembaga yang berada di luar negeri. Lagi pula mereka tidak boleh memperoleh dana dari investor swasta Vietnam.

Untuk mengatasi pembatasan tersebut, banyak organisasi keuangan mikro yang mendaftarkan diri untuk menjadi lembaga keuangan resmi. Namun, hingga kini bank pemerintah Vietnam belum menentukan status baru mereka. Dengan menjadi lembaga keuangan, organisasi keuangan mikro tidak hanya bisa mendapat modal dari investor swasta, tetapi juga bisa menawarkan produk tabungan dan simpanan. Lagipula akan lebih mudah untuk mendapat dana dari Bank Dunia atau Bank Pembangunan Asia.

Selama ini belum mungkin, sektor kredit mikro di Vietnam hanya akan berkembang secara lamban. Namun, menurut Soat Thi Nguyen, direktur yayasan dana bagi perempuan di Dong Trieu, masih ada hambatan lain, "Krisis keuangan global memiliki dampak yang negatif. Misalnya, sejak pemerintah Vietnam memerangi inflasi secara lebih intensif dan membatasi jumlah uang bagi kredit. Para penerima kredit kami tentu turut menjadi korban. Dan karena nilai mata uang Vietnam Dong merosot dibandingkan Dolar Amerika, maka bagi kami lebih mahal untuk mendapatkan uang di pasar modal."

Jika organisasi keuangan mikro di negara berkembang dan ambang industri di Asia bisa menawarkan pelayan tabungan dan pembayaran dan juga produk simpanan dan asuransi mikro, maka suatu saat nanti, organisasi tersebut bisa menjadi bank yang stabil. Bank bagi warga, yang kini masih belum punya akses ke pelayanan keuangan.

Thomas Kohlmann, Lan Thi Huong Nguyen/Vidi Legowo-Zipperer

Editor: Yuniman Farid