1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Jelajah Jerman

Kekurangan Petugas, Stasiun Kereta di Mainz Ditutup

Sejak beberapa minggu, stasiun kereta api di kota Mainz ditutup malam hari, karena kekurangan pegawai yang mengatur perjalanan kereta. Sebagian pegawai sedang cuti, yang lain sakit.

A station clock is pictured at a platform of the main train station in Mainz August 12, 2013.

Stasiun KA Mainz

Stasiun kereta api di kota Mainz adalah salah satu stasiun penting dalam jaringan kereta api di Jerman selatan. Biasanya ada sekitar 60.000 penumpang yang menggunakan stasiun kereta api ini setiap hari. Banyak jalur kereta api ekspres yang berhenti di stasiun ini.

Namun sejak beberapa hari, stasiun kereta api Mainz ditutup pada malam hari. Bukan karena cuaca buruk atau masalah teknis. Melainkan karena kekurangan pegawai yang mengatur perjalanan kereta. Pengatur perjalanan kereta bertugas mengatur jalur rel dan sinyal untuk kereta yang datang dan pergi. Ini tugas yang penting di stasiun kereta api.

"Pengatur perjalanan ini yang mengkoordinasi semua perjalanan kereta. Mereka tugasnya seperti pemandu pesawat di sebuah bandar udara. Tanpa para pengatur perjalanan, lalu lintas kereta api tidak bisa diorganisasi", kata Anton Hofreiter, Ketua Komisi Lalu Lintas di Parlemen Jerman, Bundestag.

Bagi Hofreiter, penutupan stasiun Mainz adalah "skandal besar" bagi perusahaan kereta api Deutsche Bahn. "Deutsche Bahn sejak lama melalaikan masalah personalia. Karena mereka hanya mementingkan keuntungan. Dengan penghematan, terutama di bidang personalia, mereka ingin meningkatkan keuntungan", kata Hofreiter dalam wawancara dengan Deutsche Welle.

Kekurangan Pegawai

Di Mainz ada 15 petugas pengatur perjalanan. Lebih dari setengahnya sedang cuti atau sedang sakit. Padahal pada siang hari saja dibutuhkan 8 petugas pengatur perjalanan. Untuk operasi stasiun siang hari, stasiun Mainz sudah kekurangan petugas. Karena itu, operasi stasiun pada malam hari akhirnya dihentikan.

Mengapa tidak didatangkan pengatur perjalanan dari stasiun lain? Ini tidak mudah, kata Josef Franz, Kepala Stasiun Deutsche Bahn. "Stasiun kereta api menggunakan teknologi yang berbeda-beda. Masih ada pengatur jalur kereta api mekanik dari jaman dulu, sampai pengatur elektronik canggih yang menggunakan komputer". Jadi setiap pengatur perjalanan mendapat pendidikan khusus untuk stasiun tertentu. Sedangkan setiap stasiun kereta api punya keistimewaan sendiri. Pendidikan pengatur perjalanan kereta api biasanya makan waktu sampai 7 bulan. Artinya, masalah kekurangan pegawai di Mainz tidak bisa diselesaikan dengan cepat.

Kesalahan Strategi dan Perencanaan

Masalah kekurangan pegawai tidak hanya dialami stasiun Mainz. "Kita kekurangan sampai 1000 orang pengatur perjalanan kereta api", kata Karl-Peter Naumann, Ketua Asosiasi Penumpang Kereta Pro Bahn. Menurut Naumann, ini adalah kesalahan para politisi. Pemerintah Jerman adalah pemilik resmi Deutsche Bahn. Seharusnya Deutsche Bahn tidak hanya mementingkan profit, tetapi memikirkan juga perkembangan personalnya. Harus dilakukan lebih banyak investasi untuk modernisasi dan menambah personal.

"Tidak ada yang bakal punya ide mematikan lampu lalu lintas, hanya dengan alasan kekurangan pegawai yang mengurusnya. Seharusnya perusahaan kereta api juga begitu. Tentu saja harus ada cukup pegawai yang bisa mengatur perjalanan kereta", kata Naumann.

Deutsche Bahn tahun 2008 mempersiapkan diri untuk masuk bursa. Agar indikator perusahaan kelihatan baik, angka keuntungan perlu ditingkatkan. Untuk itu, banyak investasi infrastruktur dan pendidikan personal yang ditunda. Banyak proyek modernisasi stasiun yang tidak jadi dilaksanakan. Di banyak stasiun kereta api, pengaturan rel kereta masih dilakukan secara mekanis, belum dilakukan dengan komputer. Jadi tetap diperlukan banyak pegawai.

Merekrut Pegawai Baru

Untuk mengatasi masalah di stasiun Mainz, perusahaan Deutsche Bahn meminta para pegawai yang sedang cuti untuk secara sukarela membatalkan cutinya. Padahal banyak pegawai yang sudah beberapa kali menunda masa cuti mereka. "Ini tidak akan menyelesaikan masalah kekurangan pegawai", kata Ketua Serikat Buruh EVG, Josef Janz.

Bulan September mendatang, EVG akan melaksanakan acara khusus di seluruh Jerman untuk memperkenalkan profesi pengatur perjalanan kereta api. "Kami harap profesi yang penuh tanggung jawab ini makin dikenal luas". Sehingga makin banyak orang yang berminat menjadi petugas kereta api.

Ribuan penumpang kereta yang biasanya menggunakan stasiun Mainz masih harus bersabar. Sampai akhir Agustus diberlakukan jadwal kereta api darurat. Menurut Deutsche Bahn, jadwal kereta api di Jerman selatan pasti ikut terganggu dan akan mengalami kelambatan selama beberapa minggu ini.