Kekeliruan Tentara Jerman Tewaskan Lima Serdadu Afghanistan | dunia | DW | 03.04.2010
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kekeliruan Tentara Jerman Tewaskan Lima Serdadu Afghanistan

Sebuah kekeliruan fatal terjadi. Lewat sebuah serangan hebat di Kunduz, tentara Afghanistan terbunuh oleh tentara Jerman. Dilaporkan, tentara Afghanistan yang terbunuh itu tidak mengidentifikasi diri secara jelas

default

Serdadu Jerman yang bertugas di Afghanistan

Jumat kemarin, tentara Jerman melakukan kekeliruan yang menyebabkan tewasnya lima tentara Afghanistan. Laporan pasukan NATO mengisahkan, pada Jumat malam, di utara Provinsi Kunduz, satuan unit tentara Jerman didekati oleh dua kendaraan sipil yang tidak menghentikan kendaraannya, ketika pasukan Jerman memberi aba-aba. Pasukan Jerman kemudian menembaki kendaraan tersebut yang akhirnya menewaskan lima serdadu Afghanistan di dalam kendaraan tersebut. Dua kendaraan sipil itu, menurut laporan awal, merupakan bagian dari patroli tentara nasional Afghanistan di Kunduz.

Para tentara Jerman itu sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi pertempuran antara tentara Jerman dan Taliban, yang menewaskan tiga serdadu Jerman dan beberapa orang lainnya terluka.

Investigasi Akan Dilakukan

Juru bicara Markas Komando Operasi Militer Jerman menyatakan pasukan Jerman menyesalkan terjadinya insiden tersebut dan berjanji untuk segera melakukan penyelidikan.

Guttenberg / Verteidigungsminister / Bundeswehr

Menhan Jerman, Karl Theodor zu Guttenberg

Menteri Pertahanan Jerman, Karl-Theodor zu Guttenberg mengatakan : "Bahwa situasi di Afghanistan berbahaya., kita tidak boleh dan dapat menutup-nutupinya. Kita memang mempunyai perspektif penarikan kembali pasukan. Namun sebelum menuju ke arah sana kita masih tetap berada dalam kondisi berat dan sulit. Pertempuran hebat yang terjadi saat ini menunjukan bahwa kita berada di situasi mirip perang di Afghanistan."

Juru bicara pemerintah Kunduz Muhbaboballuh Sayedi mengatakan Sabtu ini para petinggi pasukan Afghanistan mengadakan rapat bersama pasukan koalisi untuk membahas peristiwa penembakan di Kunduz tersebut.

Berkabung Bagi Tiga Serdadu Jerman yang Tewas

Sementara Sabtu ini juga berlangsung upacara berkabung bagi tiga tentara Jerman yang tewas dalam pertempuran dengan Taliban. Peristiwa itu terjadi ketika Menteri Bantuan Pembangunan Jerman Dirk Niebel berada di Afghanistan, mengunjungi markas tentara Jerman di utara kota Mazaar-i-Sharif. Para tentara Jerman itu sedang melakukan operasi pembersihan ranjau ketika diserang oleh 100 an anggota Taliban.

Kebijakan atas keterlibatan pasukan Jerman di Afghanistan tidak disukai mayoritas warga Jerman. Namun pemerintahan yang dipimpin oleh Kanselir Jerman Angela Merkel beserta mitra koalisinya menilai keberlanjutan komitmen di negara itu merupakan kebijakan luar negeri Jerman.

Pada bulan Februari lalu, serangan udara NATO yang ditujukan kepada para pemberontak yang menyerang tentara gabungan NATO-Afghanistan, mengakibatkan tewasnya beberapa polisi Afghanistan.

Jerman merupakan kontributor ketiga terbesar pasukan NATO, dengan menempatkan 4300 tentaranya di Afghanistan. Kebanyakan dari mereka ditugaskan di utara Kunduz, di mana serangan dan kekuatan Taliban semakin meningkat di tahun-tahun terakhir. Kebanyakan operasi tentara Jerman di provinsi itu meliputi upaya pembangunan kembali infrastruktur.

AP/ML/afp/dw/spg/rtr