1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Kebun di Udara Solusi Krisis Pangan Global

Krisis pangan akan melanda dunia tahun 2050, saat 9 milyar orang harus diberi makan. Sistem partanian saat ini harus diubah dengan metode kebun vertikal yang hemat lahan, air dan energi.

Tonton video 01:08

Kebun di Udara Solusi Krisis Pangan Global

Tantangan terbesar kemanusiaan global di abad mendatang adalah memenuhi kebutuhan pangan bagi 9 milyar manusia. Ledakan populasi, makin menciutnya lahan subur, polusi dan penghamburan air, energi serta sumber daya alam lainnya menjadi tekanan berat bagi bumi.

Jika metode budidaya tanaman pangan tetap dipertahankan seperti saat ini, jumlah orang yang kelaparan, yang saat ini diperkirakan PBB mencapai lebih satu milyar orang, diramalkan akan berlipiat dua. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah membangun pertanian vertikal di dalam ruangan. Perusahaan AeroFarms dari Amerika Serikat telah mempraktekan metode ini.

David Rosenberg, CEO perusahaan bersangkutan, menyebutkan, lahan pertanian "di udara" berupa kebun vertikal, tak perlu dibangun di lahan subur. Cukup sebuah aula besar, dengan kebun tanaman beberapa tingkat yang dilengkapi sistem irigasi pintar. "Metode yang kami terapkan, bahkan bisa menghemat penggunaan air hingga 95 persen," ujar Rosenberg.

Hemat lahan, air dan energi

Saat ini AeroFarms sudah memiliki 8 "aula" pertanian vertikal yang terutama memproduksi sayuran segar. "Rata-rata kami membuat kebun hingga beringkat 7," ujar CEO Rosenberg. Tapi ia juga menambahkan, perusahaannya sedang membangun gedung ke 9, yang dirancang memiliki kebun bertingkat 12.

Sementara direktur marketing Aerofarm, Marc Oshima, juga menekankan keunggulan budidaya vertikal yang mereka kembangkan. Ia menyebutkan, tekanan populasi, urbanisasi, tergerus habisnya lahan subur dan penghamburan air tawar untuk pertanian, yang pada ujungnya akan memicu kelangkaan pangan dan kelaparan global harus ditanggulangi secara bijak. Salah satu solusinya, adalah kebun vertikal.

Ditambahkannya, AeroFarms mengembangkan metode untuk memicu pertumbuhan bibit tanaman jauh lebih cepat dibanding di alam. Selain itu, pertanian di lahan tertutup dan penggunaan cahaya buatan, membuat produksi bisa berlangsung sepajangan tahun, tanpa perlu jeda musim.

Keunggulan lain, adalah prinsip kedekatan dengan konsumen, yang mengurangi ongkos transport. Kebun bisa dibangun di dekat supermarket dan memasok pasar serta gastronomi lokal dengan produk hijau segar setiap hari. Walau dikritik soal penggunaan cahaya buatan, direktur perusahaan itu menyebut, ini hanya masalah sementara yang bisa terpecahkan dengan cepat.

as/yf(aptv)

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait