1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Turis Jerman dan Belgia Yang Hilang di Aceh Belum Ditemukan

13 Januari 2017

Sejak satu bulan, seorang perempuan asal Jerman dan pria asal Belgia hilang di kawasan Pulau Banyak, provinsi Aceh. Pencarian tim SAR hingga kini belum membuahkan hasil.

https://p.dw.com/p/2VlMD
Straße von Malakka
Foto: STR/AFP/Getty Images

Lina K., perempuan Jerman berusia 30 tahun, dan pasangannya Yvan M. yang berkewarganegaraan Belgia (37 tahun) sedang berlibur di Provinsi Aceh. Namun sejak satu bulan jejak mereka menghilang.

Padahal keduanya terbiasa menghubungi keluarga di Jerman secara teratur dan mengirim foto-foto liburannya. Namun kontak terakhir menurut pihak keluarga terjadi empat minggu lalu, tanggal 12 Desember 2016. Setelah itu, tidak ada kontak sama sekali.

Seharusnya, kedua orang tersebut tiba kembali di Jerman 1 Januari lalu. Namun karena mereka tak kunjung datang, pihak keluarga yang gelisah akhirnya melaporkan kasus itu. Kementerian Luar Negeri Belgia dan Jerman segera menghubungi pihak Indonesia.

Tim SAR Indonesia lalu bergerak melakukan pencarian. Lokasi terakhir kedua wisatawan yang diketahui adalah di Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, sekitar 80 mil laut dari Pulau Simeleu. Menurut keterangan yang dikumpulkan dari warga lokal, kedua wisatawan tiba 5 Desember di sana dan menginap semalam.

Sekretaris Daerah Aceh Singkil Drs Azmi menjelaskan kepada wartawan, keduanya menginap di Penginapan Lae Kombih, Desa Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak.

Keesokan harinya mereka check out dari penginapan, tetapi menitipkan barang-barang, termasuk paspornya, kepada pemilik penginapan sambil mengatakan, mereka akan melakukan penjelajahan dan camping untuk dua minggu. Mereka lalu menyewa perahu kayak untuk menyusuri pulau-pulau di sekitar.

Indonesien Vermisste Berlinerin Lina K. auf Sumatra
Sejak 12 Desember tanpa kabar berita: Lina K (kiri) dan Yvan M (kanan)Foto: Privat

Menurut keterangan Azmi, seminggu kemudian pemilik kayak menerangkan, dia bertemu dengan penduduk yang melihat dua warga asing di wilayah selatan Pulau Palambak.

"30 Desember, pemilik kayak dapat info lagi dari penjaga Pulau Asok, ada dua WNA hendak sewa perahu untuk mengantar mereka ke Pulau Balai. Tapi tidak terdapat kesepakatan harga, sehingga keduanya naik kayak menuju Pulau Balai," kata Azmi. Tidak jelas, apakah kedua warga asing itu adalah turis Jerman dan Belgia yang sedang dicari, atau orang lain.

Tim SAR kemudian dikerahkan mencari jejak kedua wisatawan Eropa itu. Aksi pencarian mulai dilakukan sejak 6 Januari, namun hingga kini belum ada petunjuk konkrit.

Awal minggu ini media lokal memberitakan, TIM SAR menghentikan pencarian. Pihak keluarga Lina K. mengaku terkejut mendengar berita itu.

"Mereka mau menjelajahi pulau-pulau di Pulau Banyak. Rencananya dengan Kayak selama tujuh hari", kata Til Konrads, jurubicara keluarga Lina, kepada DW lewat telefon.

"Kami yakin, mereka belum kembali ke darat", lanjutnya. Karena biasanya, mereka selalu mengontak keluarga secara rutin.

"Kami juga tidak tahu bagaimana pencarian dilakukan, yang kami dengar belum dilakukan pencarian lewat udara. Padahal di sana ada lebih dari 40 pulau. Tentu saja, keluarga sangat sedih dan khawatir," kata Til Konrads.

Asien Malaysia Flüchtlingskrise
gambar ilustrasiFoto: picture-alliance/AP Photo/B. Bakkara

Menurut laporan terakhir, pencarian masih dilanjutkan. Badan SAR Nasional kini mengerahkan helikopter AW139 untuk melakukan pencarian dari udara. Kepala Kantor SAR Banda Aceh Suyatno menyatakan hari Kamis (12/01), dengan menggunakan helikopter jangkauan pencarian bisa diperluas.

Hal ini dibenarkan Koordinator Pos Basarnas Meulaboh, Dwi Retno. Dia mengatakan, operasi pencarian dari udara sudah dilakukan sejak Kamis siang selama tiga jam lebih. Namun belum ditemukan titik terang atas keberadaan kedua wisatawan asing tersebut.

Kepada harian Rakyat Aceh, Dwi Retno juga menjelaskan, tim gabungan yang dibentuk melibatkan pesonil Basarnas, TNI AL, TNI AD dan warga setempat. Kapal Angkatan Laut Patkamla juga dikerahkan dalam pencarian di air. Pencarian kedua orang yang hilang itu dilanjutkan hari Jumat (13/01) ini. Namun hingga berita ini diturunkan, masih belum ada petunjuk mengenai keberadaan warga Jerman dan Belgia itu.

Kedutaan Besar Jerman di Jakarta yang beberapa kali dihubungi DW belum bisa memberi keterangan tentang kasus ini, karena petugas humasnya sedang cuti. Kementerian Luar Negeri Jerman di Berlin yang dihubungi, hingga kini juga belum bereaksi.

hp/ap (dw, dpa, harianrakyataceh.com)