1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Keamanan Snapchat Dipantau 20 Tahun

Betulkah benar-benar aman memakai Snapchat, setelah pihak berwenang AS mengumumkan kesepakatan dengan Snapchat untuk menyelesaikan tuduhan soal keamanan data pengguna?

Terjawabkah kecemasan pengguna Snapchat lewat ketentuan penyelesaian yang diusulkan pihak berwenang AS pada Snapchat? Baru-baru ini diambil kesepakatan yang meliputi Snapchat harus mengantisipasi pengamanan data pengguna dan memungkinkan pemantauan independen selama 20 tahun ke depan.

Layanan Snapchat yang bermarkas di Kalifornia menjadi nge'top‘ dengan aplikasinya yang memungkinkan orang mengirim foto atau potongan video pada smartphone 10 detik aatu kurang dari itu, setelah gambar atau video dibuka.

Snapchat meroket popularitasnya setelah aplikasi awal dirilis pada bulan September 2011. Perkembangannya awalnya memicu kekhawatiran bahwa dalam dunia ‘selfie‘, karena dianggap akan memberikan rasa aman palsu bagi remaja yang menggunakannya. Para remaja dikhawatirkan akan sembrono dalam mengirimkan foto-foto memalukan. Sebab para remaja tersebut merasa aman setelah mengirimkan foto-foto memalukan mereka, karena tahu foto-foto tersebut akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 10 detik.

Investigasi FTC

Pihak berwenang AS, Federal Trade Commision (FTC) kemudian meluncurkan investigasi atas Snapchat, mengenai seberapa banyak data yang dikumpulkan perusahaan itu dari pengguna, seberapa terlindunginya data pengguna, dan apakah pesan yang menghilang bisa disalin atau dikeluarkan lagi.

"Jika sebuah perusahaan memasarkan privasi dan keamanan sebagai titik kunci penjualan layanan kepada konsumen, maka sangat penting bahwa perusahaan tersebut menepati janji itu," demikian ujar pimpinan komisi perdagangan AS, Edith Ramirez dalam sebuah rilis.

FTC sebelumnya menuduh bahwa Snapchat menyesatkan pengguna di berbagai hal termasuk bagaimana gambar atau foto dan potongan video dari smartphone dapat benar-benar "terkunci".

Snapchat dituding membohongi publik dengan menyatakan bahwa foto/video akan otomatis terhapus dalam beberapa detik setelah dilihat oleh penerima dan tidak tersimpan di server setelah waktu tertentu. Menurut FTC, pihak penerima foto atau video dapat menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk menyimpan gambar atau bahkan mengambil gambar itu dengan menggunakan kamera.

Kekhawatiran yang diungkapkan oleh FTC termasuk sejauh mana gambar atau video yang terkunci itu benar-benar bisa dihapus setelah dilihat.

Hacker mengambil data

FTC menuding Snapchat gagal secara efektif mengamankan fitur „Pencarian Teman“, yang memungkinkan peretas menembus database dan mencuri nama pengguna dan nomor telepon dari sekitar 4,6 juta pengguna.

Tidak ada denda yang diumumkan atas hal itu, tapi keuangan Snapchat bisa terpukul jika tidak sesuai dengan persyaratan yang disepakati dalam penyelesaian, tandas FTC.

Dalam sebuah pernyataan online, Snapchat mengatakan setuju mengatasi masalah tersebut.

Snapchat mengatakan akan terus berinvestasi dalam masalah keamanan dan langkah-langkah untuk mencegah penyalahgunaan layanan. Penyelesaian ini membutuhkan persetujuan dari pihak komisi untuk tahap finalisasi.

ap/rn(afp)