1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Kapal Peneliti Terjebak di Antartika

Sebuah kapal penelitian berpenumpang 74 orang terjebak di tengah lautan beku Antartika. Peneliti khawatir, aksi penyelamatan bakal membahayakan kelangsungan proyek penelitian.

Sekawanan pinguin yang mendekat menatap takjub orang-orang bertopi kupluk khas Natal sedang lalu lalang di atas geladak kapal. Begitulah celoteh Chris Turney, Pemimpin Eskpedisi di atas kapal penelitian "MV Akademik Shikalsky" melalui telepon satelit kepada BBC.

Tidak ada nada panik dalam suaranya. Padahal kapal yang ditumpangi Turney sedang terjebak di tengah es Antartika. Sebelumnya awak kapal sudah meminta pertolongan lewat radio. Permintaan tersebut disambut oleh otoritas kelautan Australia yang meminta kapal-kapal di sekitar untuk membantu kapal naas tersebut.

Kapal yang dibangun di Finnlandia itu sedang dalam perjalanan istimewa, yakni napak tilas petualangan peneliti Antartika asal Australia, Sir Douglas Mawson yang berlabuh di benua putih itu sekitar 100 tahun lalu.


Terjebak Cuaca Buruk di Tempat Terpencil

Turney ditemani oleh ilmuwan dan wisatawan yang ingin mengalami perjalanan panjang Mawson. Ia juga ingin mengulangi pengukuran yang dilakukan Mawson seabad silam. MV Akademik Shilasky yang mengangkut 74 penumpang dan awak kapal, berlayar sejak akhir November lalu.

Nasib sial menghampiri ketika kapal terjebak cuaca buruk saat berada di kawasan yang jarang dilalui jalur pelayaran internasional, sekitar 2800 Kilometer di selatan kota pelabuhan Australia, Hobart di Tasmania. "Kami berhadapan dengan es tebal dan baru menyadari, bahwa jalan kami terblokir setelah arah angin berbalik," tulis Turney, Rabu (25/12) lewat surat elektronik.

"Beruntung sebuah kapal Cina sedang dalam perjalanan dan bakal tiba di sini 27 Desember nanti. Ada juga kemungkinan bahwa angin berputar arah dan kami bisa membebaskan diri. Jarak kami dengan laut terbuka cuma berkisar dua kilometer."

Pelestarian Peninggalan Mawson

Melalui perjalanan tersebut, Turney dan timnya ingin mempopulerkan penelitian kutub kepada publik umum. Selain peneliti dan wistawan, MV Akademik Shilasky juga mengangkut wartawan Guardian dan BBC Inggris. Mereka antara lain mengunggah video di situs Youtube yang menampilkan penggalian gubug milik Dawson di Cape Denilson. Gubug tersebut sempat tertimbun salju setebal dua meter.

Sejak 1997 Yayasan Gubug Mawson berupaya melestarikan peninggalan sang peneliti. Turney dan timnya adalah pengunjung pertama sejak tiga tahun terakhir.

Menurut penyedia jasa perjalanan, Expeditions Online, kapal MV Akademik Shilasky yang berlayar sejak 1984 itu memiliki 26 kabin besar untuk wisatawan. Kapal itu sendiri dipesan oleh Universitas New South Wales untuk digunakan selama perjalanan. Awak kapal dikabarkan berasal dari Rusia.

rzn/ap (dpa, ap)