1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kamp Pengungsi Suriah Diserang

Kekerasan di Suriah tidak menunjukkan tanda akan mereda meskipun menurut rencana gencatan senjata akan dimulai hari Selasa (10/04).

Pejabat Turki mengatakan, pasukan Suriah menembaki sebuah kamp pengungsi di perbatasn Suriah ke Turki, Senin (09/04), menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya dua orang lainnya. “Dua warga Suriah dan seorang penerjemah asal Turki terkena tembakan yang datang dari sisi perbatasan Suriah,” dikatakan satu sumber diplomatik. Sejauh ini, Suriah belum mengeluarkan tanggapan atas insiden ini.

Peristiwa penembakan ini dilaporkan terjadi dekat kota Kilis, di mana Turki telah mendirikan kamp bagi pengungsi Suriah. Sampai saat ini, sekitar 25.000 pengungsi asal Suriah ditempatkan di tiga provinsi Turki di perbatasan ke Suriah. Utusan Khusus PBB untuk Suriah Kofi Annan direncanakan akan mengunjungi beberapa kamp pengungsi hari Selasa (10/04), demikian menurut sebuah sumber diplomatik Turki. Kepada kantor berita AFP, pejabat tersebut menambahkan, Annan akan mengunjungi kamp pengungsi dalam perjalannnya ke Iran.

Rencana Perdamaian Terancam

Situasi terakhir di Suriah dan insiden ini semakin memperkecil harapan terciptanya perdamaian yang sebelumnya telah disepakati Annan dan Presiden Suriah Bashar al Assad. Hari Minggu (08/04), pemerintah Suriah mengatakan, baru akan menepati janji penarikan militer jika pemberontak memberikan jaminan tertulis untuk menghentikan serangan. Riad al Asaad, komandan pasukan pembebasan Suriah, mengatakan, pasukan pemberontak bersedia untuk mematuhi gencatan senjata tapi tetap tidak mengakui pemerintahan Bashar al  Asaad, karena itu “tidak akan memberikan jaminan.“

Cina, yang selama ini mendukung Assad di Dewan Keamanan PBB, Senin (09/04), mendesak pemerintah Suriah dan kelompok oposisi untuk “memanfaatkan kesempatan penting“ ini dan mematuhi komitmen mereka untuk melakukan gencatan senjata dan menarik pasukan tempur.

Berdasarkan kesepakatan perdamaian yang dimediasi Annan, tentara Suriah akan ditarik dari kota-kota kubu pemberontak hari Selasa (10/04). Dan gencatan senjata menyeluruh akan mulai diberlakukan pada hari Kamis (12/04). Namun di akhir pekan aksi kekerasan masih terus berlangsung, menewaskan hampir 180 orang, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil. Para aktivis mengatakan, tidak tampak adanya tanda-tanda penarikan pasukan dari wilayah pertempuran.

Dalam pertempuran terakhir, pengamat HAM Suriah yang berbasis di London, Inggris, mengatakan, 12 tentara tewas dalam pertempuran antara pasukan Suriah dan pemberontak dii utara Aleppo. Dilaporkan, militer Suriah juga melancarkan operasi di wilayah lainnya di Suriah.

Organisasi hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) menyatakan, pasukan Suriah dan pasukan milisi pendukung pemerintah telah mengeksekusi lebih dari 100 warga sipil dan pemberontak sejak dilancarkannya serangan militer terhadap kubu-kubu pemberontak di akhir 2011. HRW mengatakan, sebagian besar eksekusi dilakukan pada bulan Maret lalu. Sementara, PBB memperkirakan lebih dari 9.000 orang tewas dalam konflik yang telah berlangsung sejak pertengahan Maret 2011.

Yuniman Farid (dpa/afp)

Editor: Ayu Purwaningsih

Laporan Pilihan