1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kalla Dampingi Jokowi, Prabowo Gaet Hatta

Jusuf Kalla akhirnya diumumkan akan mendampingi capres PDI-P, Joko Widodo di pemilihan umum kepresidenan. Prabowo juga tidak ketinggalan. Bekas Danjen Kopassus itu meminang Hatta Rajasa untuk jadi pendampingnya

Terkuak sudah siapa yang bakal mendampingi Joko Widodo alias Jokowi. Jelang pemilihan presiden, bekas walikota Solo itu mendeklarasikan duetnya dengan Jusuf Kalla. "Terima kasih atas amanah ini. Saya siap mendampingi Bapak Jokowi sebagai calon wakil presiden," katanya kepada media saat mendeklarasikan Jokowi-JK di Gedong Joeang, Senin (19/5).

Sebagian analis menyebut langkah Jokowi memilih politisi kawakan berusia 72 tahun itu sebagai langkah jitu. Kalla berpengalaman menduduki kursi wakil kepresidenan di era Soesilo Bambang Yudhoyono. Ia juga bisa mewakili suara kelompok Islam konservatif dan sedikit banyak mengerti soal ekonomi.

"Jokowi membutuhkan seseorang yang bisa membantu, berpengalaman di dalam birokrasi pemerintahan," kata Yunarto Wijaya dari lembaga konsultan politik, Charta Politika. "Kalla juga adalah figur yang populer," imbuhnya.

"Pilihan Terbaik"

Kalla berbuat banyak buat bertahan di dalam radar perpolitikan Jakarta seusai lengser sebagai wakil presiden dan ketua umum Golkar. Dari Istana Negara ia berpaling menjadi ketua umum Palang Merah Indonesia. Kini ia aktif di Dewan Mesjid Indonesia.

Kabar Kalla sebagai cawapres disambut positif oleh bursa saham, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat tipis sebesar satu persen.

"Saya kira inilah pilihan terbaik," kata Ketua Umum Hanura, Wiranto yang kini merapat ke kubu Jokowi-JK.

Prabowo Gandeng Hatta Rajasa

Sementara itu bakal capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto diyakini akan mengumumkan pasangannya Senin ini di Jakarta. Menurut berbagai sumber, Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa siap disandingkan dengan mantan Danjen Kopassus itu.

Duet Prabowo-Hatta mendapat dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telah lebih dulu merapat. Kini tinggal Golkar dan Partai Demokrat yang belum memutuskan sikap. Ketua Umum Golkar, Abu Rizal Bakrie sebelumnya berulangkali diisukan dekat dengan Prabowo. Namun kedekatan politik itu disanggah oleh fungsionaris Partai.

Jokowi hingga kini masih memimpin di berbagai jajak pendapat. Selain bersama dengan Jusuf Kalla, pengusaha mebel itu sempat digadang-gadang akan disandingkan dengan Ketua KPK, Abraham Samad dan Ketua Mahkamah Konstitusu, Mahfud MD.

rzn/hp (rtr,ap)