1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kairo Kembali Diguncang Bom

cp/as (ap, rtr)26 Desember 2013

Sebuah bom yang meledak tak jauh dari sebuah bus di Kairo, melukai sedikitnya 5 orang. Serangan terjadi dua hari setelah 16 orang tewas dan 130 lebih terluka akibat bom mobil yang menarget markas polisi.

https://p.dw.com/p/1Ah1W
Foto: picture-alliance/AP

Pihak berwenang melaporkan bom rakitan diletakkan di persimpangan jalan yang ramai di wilayah Nasr City. Polisi berhasil menjinakkan bom lainnya yang dipasang pada sebuah reklame iklan yang dimaksudkan untuk meledak saat polisi dan militer merespon bom pertama.

Hari Kamis (26/12/13) jurubicara pemerintah Abdel-Fatah Osman kepada televisi negara mengatakan, "Bom diletakkan dekat kompleks sekolah dan dimaksudkan untuk meneror warga dan menimbulkan kekacauan."

Lokasi bom juga tidak jauh dari asrama mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar yang setiap hari menjadi lokasi unjuk rasa anggota Ikhwanul Muslimin terhadap pemerintahan interim yang didukung militer.

Seorang polisi memproses lokasi bom yang menghancurkan sebuah bus
Seorang polisi memproses lokasi bom yang menghancurkan sebuah busFoto: picture-alliance/AP

'Organisasi teroris'

Hari Rabu (25/12/13), pemerintah secara resmi menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai sebuah kelompok teroris, dan menuding organisasi mantan Presiden Mohamed Morsi tersebut berada di balik serangan bom terhadap markas polisi di Mansoura.

Padahal sebuah kelompok militan dari semenanjung Sinai telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, serta pengeboman dan penembakan lainnya yang selama ini menarget polisi dan militer.

Kelompok militan Ansar Beit al-Maqdis mengumumkan bom bunuh diri di Mansoura sebagai balas dendam atas "pertumpahan darah Muslim yang tidak bersalah di tangan rezim yang murtad" - mengacu pada rangkaian kekerasan militer menyusul kudeta terhadap Morsi bulan Juli lalu.

Pengamat militer memperingatkan, generasi muda pendukung Ikhwanul Muslimin dapat berubah menjadi beringas dan melancarkan aksi balas dendam terhadap pemerintah yang membunuh pendukung Ikhwanul Muslimin, memenjarakan para petingginya serta menyatakan organisasi tersebut sebagai sebuah kelompok teroris.

cp/as (ap, rtr)