1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kadar Radiasi Ditemukan di Limbah Instalasi Penjernihan Air Tokyo

Abu dari instalasi penjernihan air di Tokyo bermasalah. Menurut hasil pengukuran limbah ini menunjukkan radiasi tinggi. Kadar hujan lah yang membawa unsur radioaktif ke instalasi penjernihan air.

default

Reaktor 4 PLTN Fukushima yang rusak parah

Di akhir proses pengolahan tersisa limbah abu radioaktif yang membuat warga di sekitar tidak tenang. "Angin bisa menghembuskan partikel radioaktif misalnya ke taman ini. Karena itu saya menuntut pemerintah untuk menangani masalah ini dan melakukan sesuatu," dikatakan seorang warga.

Upaya Penanggulangan

Pada 16 instalasi penjernihan air di timur laut Jepang ditegaskan kadar radiasi tinggi pada lumpur atau abu. Hidehiko Nishiyama dari dinas pengawasan atom Jepang mengakui, bahwa instalasinya tidak dipersiapkan untuk menghadapi kasus semacam ini.

Namun, ia menegaskan saat ini tengah dicari kemungkinan solusi yang sesuai. "Kami misalnya meneliti struktur instalasi, khususnya kemungkinan penyaringan. Sarana pembersihan harus dipasang pada instalasi penjernihan, di mana usai pembakaran lumpur ditegaskan nilai radioaktif tinggi."

Untuk menjawab kekhawatiran warga, saat ini akan lebih banyak lagi dilakukan pengukuran. Di Tokyo saja akan dipasang 100 stasiun pengukuran resmi tambahan.

Kerusakan PLTN Fukushima

Reaktor Fukushima 1 masih memancarkan radiasi. Akibat ledakan hidrogen, gedung 1, 3 dan 4 rusak parah. Di bagian atas blok pertama misalnya, tingkat radiasi 18 kali lebih tinggi dari ambang batas normal.

"Kami mengembangkan rencana, bagaimana cara meredam paparan radiasi dimulai dari Blok 1," dijelaskan seorang juru bicara Tepco. Kerangka baja didirikan di sekitar gedung bersangkutan. Kemudian ditutup dengan plastik. Hingga pertengahan September, pengelola berharap selesai dengan reaktor yang pertama.

Dekontaminasi

Jumat (17/06), sistem penyaring akan mulai dioperasikan untuk membersihkan air pendingin yang mengandung unsur radioaktif. Setelah mengalami berbagai kesulitan, tes dekontaminasi berjalan sukses. "Sistem penyaringan bisa membersihkan 1200 ton air per hari. Tetapi pada awalnya, jumlah air yang disaring akan jauh lebih sedikit dan baru akan bertambah kemudian."

Air ini akan digunakan kembali untuk mendinginkan elemen bakar yang melebur. Melalui cara tersebut, masalah air tercemar radioaktif yang terkumpul yang tidak bisa ditampung lagi di dalam reaktor dapat terselesaikan.

Nishiyama menambahkan, mereka mencoba untuk menghindari situasi, di mana usaha untuk mendinginkan inti reaktor di waktu bersamaan menyebabkan produksi air tercemar yang semakin banyak. Jika dekontaminasi sukses, maka volume air untuk pendinginan bisa bertambah. Ini diperlukan untuk mencapai stabilisasi final yang diperlukan reaktor.

Peter Kujath/Vidi Legowo-Zipperer

Editor: Agus Setiawan

Laporan Pilihan