1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jurnalis Jepang Tewas di Aleppo

Sejak awal tahun ini, sudah lebih 21 Jurnalis dan 6 Blogger yang tewas, kebanyakan di kawasan perang. Mika Yamamoto tertembak lehernya, ketika pasukan pro rejim Assad menyerang.

Seorang wartawan Jepang, Mika Yamamoto, tewas akibat luka-luka yang ia alami saat meliput pertempuran di Aleppo, Suriah. Demikian dinyatakan lembaga pemantau HAM Suriah. Selain itu tiga orang jurnalis lainnya, dari Lebanon, Turki dan sebuah Negara Arab menghilang dan tidak bisa dihubungi.

Sementara lembaga pemantau HAM Suriah juga menyebutkan, bahwa Yamamoto terluka di kawasan Suleimaniya. di mana pertempuran berlangsung hebat.

Kämpfe in Aleppo 01.08.2012

Agustus 2012 di Aleppo

Kementrian Luar Negeri Jepang mengkonfirmasi wafatnya Mika Yamamoto, 45 tahun, yang bekerja sebagai koresponden liputan perang bagi kantor berita Japan Press. Jurubicara Kemlu menyatakan, seorang rekannya mengidentifikasi jenazah korban di lokasi. Jenazahnya sekarang telah diterbangkan ke Turki. Kabar mengenai kematian seorang jurnalis Asia dalam baku tembak di Aleppo mulai tersiar hari Senin.

Kepada radio NHK, rekan Yamamoto di Japan Press, Kazutaka Sato, mengatakan bahwa keduanya berada di Aleppo hari Senin bersama Pasukan Pembebasan Suriah ketika melihat barisan pasukan pemerintah. Ketika pasukan itu mulai menembak, keduanya berlari mencari perlindungan. Namun Yamamoto tertembak pada lehernya.

Kantor berita Kyodo menggambarkan Mika Yamamoto sebagai jurnalis veteran yang telah menerima penghargaan. Menurut kantor berita Japan Press, pengalamannya meliput perang dan konflik di Afghanistan dan Irak .

Journalisten an der syrisch-irakischen Grenze

Meliput perang

Menurut LSM, Reporter Lintas Batas, setiap 5 hari bisa terjadi satu orang jurnalis tewas sehubungan tugasnya. Sejak awal tahun ini di seluruh dunia, sudah lebih 21 Jurnalis dan 6 Blogger yang tewas, kebanyakan di kawasan perang.

Mika Yamamoto adalah satu diantara sejumlah pekerja media yang tewas dalam pertempuran di Suriah yang meledak Maret 2011 itu. Diantaranya, reporter Amerika Marie Colvin, fotografer Perancis Remi Ochlik, jurnalis televise Perancis Gilles Jacquier dan blogger Rami el-Sayed.

Suriah membatasi liputan media asing di negaranya. Meski begitu sejumlah aktivis, jurnalis dan koresponden asing yang siap menanggung resiko besar, berhasil menyelundup masuk untuk meliput konflik di medan pertempuran.

Menurut PBB, dalam pertempuran antara pihak oposisi dengan pasukan pro Bashar Al Assad, sudah lebih dari 18,000 ribu orang yang tewas. Situasi di lokasi begitu buruk, sehingga sekitar 2,5 juta orang di berbagai kota Suriah membutuhkan bantuan.

EK/HP (reuters, afpe)

Laporan Pilihan