1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jumlah Pencari Suaka di Tahun 2009 Tidak Bertambah

Jumlah pencari suaka di negara-negara industri pada tahun 2009 dibandingkan tahun sebelumnya hampir tidak berubah. Secara keseluruhan ada 377200 migran yang mengajukan suaka. Hanya 100 lebih banyak dari tahun 2008.

default

Pengungsi anak-anak

Ini hasil laporan masalah pengungsi terbaru dari organisasi bantuan pengungsi PBB UNHCR. Laporan tahunan ini meliput 44 negara industri, termasuk 27 negara anggota Uni Eropa, Australia, Kanada, Jepang, Swiss, Turki dan Amerika Serikat. Juru bicara UNHCR Melissa Fleming menegaskan, ini bukti bahwa tidak ada banjir pengungsi di negara-negara kaya. "Kaum populis mengatakan, semakin banyak pencari suaka yang datang ke Eropa. Statistik kami menunjukkan bahwa ini tidak benar. Angkanya tetap sama. Jumlah pencari suaka di negara-negara industri tidak bertambah."

Perkembangan jumlah pengungsi di masing-masing negara berbeda-beda. Di Jerman misalnya, jumlah pencari suaka bertambah 25 persen. Di Italia dan Turki angkanya berkurang drastis. Jumlah pencari suaka terbanyak di Amerika Serikat, kemudian diikuti oleh Perancis. Posisi keempat ditempati oleh Inggris yang memperoleh pemohon suaka paling sedikit dalam 15 tahun terakhir. Jerman berada pada peringkat kelima. Masalah pengungsi dan imigrasi adalah isu yang sensitif di banyak negara Uni Eropa, seperti Italia dan Yunani. Kedua negara itu telah menyatakan tidak mampu mengatasi kedatangan ribuan orang migran ilegal yang seringnya menggunakan perahu. Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi tahun lalu menyetujui peraturan yang menyatakan seseorang sebagai pelaku kejahatan jika menjadi imigran ilegal atau membantu imigran ilegal.

Juru bicara UNHCR Melissa Fleming menambahkan, bahwa tidak dapat dilupakan, sebagian besar pengungsi tidak memperoleh suaka dari negara-negara industri melainkan dari negara-negara berkembang. Ini bisa dilihat pada kelompok pengungsi terbesar yang berasal dari Afghanistan. "1,7 juta warga Afghanistan mengungsi ke Pakistan. 1 juta ke Iran. Jika ini dibandingkan dengan 27 ribu warga Afghanistan yang berada di negara-negara industri, maka jelas terlihat bahwa berita tentang membanjirnya pengungsi di negara-negara kaya adalah sebuah mitos."

Untuk pertama kalinya semenjak tahun 2001, sebagian besar pencari suaka di negara-negara industri berasal dari Afghanistan dengan jumlah 26800 permohonan. Ini meningkat 45 persen dari tahun sebelumnya. Fleming mengatakan, ini akibat dari aksi kekerasan yang terus terjadi di negara tersebut. Dalam kurun waktu yang sama, jumlah warga Irak, yang berada di peringkat kedua pencari suaka terbanyak, berkurang setengahnya. Somalia berada di peringkat ketiga. Pengungsi dari negara lain yang juga mencari suaka, antara lain adalah Rusia, Cina dan Serbia. Laporan UNHCR ini tidak memberikan keterangan tentang berapa jumlah pengungsi yang pada akhirnya memperoleh suaka.

Pascal Lechler / Vidi Legowo-Zipperer

Editor : Asril Ridwan