1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jumlah Orang Kaya Asia Lampaui Amerika

Jumlah orang kaya Asia untuk pertama kalinya melampaui Amerika Utara, namun demikian kekayaan mereka sedikit menyusut. Demikian laporan terakhir mengenai populasi orang kaya dunia yang diluncurkan Rabu (19/09).

Wilayah Asia Pasifik kini menjadi rumah bagi 3,37 juta orang yang memiliki kekayaan bersih atau High Net Worth Individuals (HNWI), dengan nilai aset 1 juta dollar atau lebih, bandingkan dengan Amerika Utara yang memiliki 3,35 juta dan Eropa yang berjumlah 3,17 juta.

Orang kaya Asia 54 persen terpusat di Jepang, 17 persen di Cina dan lebih dari 5 persen di Australia, kini kekayaannya sedikit turun menjadi 10,7 trilyun dollar tahun 2011 dari 10,8 trilyun dollar pada tahun 2010. Beda tipis dengan nilai kekayaan orang kaya Amerika Utara yang berjumlah 11,4 trilyun dollar.

Laporan Kekayaan Asia Pasifik yang dikompilasi oleh Capgemini dan RBC Wealth Management ini diamati oleh para agen properti kelas atas, para pedagang barang mewah dan para pebisnis lainnya sebagai tanda tentang bagaimana dan di mana orang super kaya menanamkan investasi dan bagaimana nilai kekayaan mereka.

Jumlah Orang Kaya Akan Terus Tumbuh

Banyak orang kaya Asia yang mengumpulkan jutaan dan milyaran dollar mereka melalui bisnis keluarga dan perumahan. “Kami tidak melihat pergeseran besar dalam alokasi manajemen aset,” kata Claire Sauvanaud, wakil presiden Capgemini Financial Services.

Jumlah orang kaya paling signifikan turun tahun lalu di Hong Kong 20,1 persen dan India 18 persen dan tumbuh paling kuat di Thailand 9,3 persen dan Indonesia 5,3 persen. Pertumbuhan yang lebih sedikit terjadi di Jepang 2,3 persen dan Cina 1,8 persen.

Kelesuan yang terjadi di Eropa yang juga menjadi trend di bagian dunia lain mengambil bagian dari penyebab terjadinya penurunan kecil dari jumlah orang kaya di Asia, demikian kata laporan itu „wilayah ini bergulat dengan tantangan ekonomi mereka sendiri, termasuk inflasi, pertumbuhan yang melambat dan arus modal yang keluar“ demikian isi laporan tersebut.

„Namun demikian, Asia Pasifik diperkirakan akan terus menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dibanding wilayah lain yang juga berkembang, dan jumlah populasi HNWI (orang kaya-red) dan kekayaan mereka kelihatannya akan terus bertambah,“ kata laporan tersebut.

rtr (AB/ HP)