1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jokowi Umumkan Reformasi Hutan di Paris

Indonesia masih bertekad mengurangi emisi karbondioksida dalam konfrensi iklim di Paris, kendati baru mengalami kebakaran hutan terparah dalam satu dekade. Untuk itu Presiden Jokowi menjanjikan reformasi

Presiden Joko Widodo akan mengumumkan reformasi manajemen hutan dan lahan gambut dalam Konfrensi Iklim di Paris pekan ini. Rencana tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia mengurangi emisi CO2 sebanyak 29% hingga 2030.

Menjelang keberangkatannya dari bandara Halim Perdanakusuma, Jokowi mengatakan pihaknya akan meminta negara-negara maju membantu Indonesia memenuhi komitmen tersebut melalui dana hibah dan transfer teknologi.

Infografik Life Links Verletzlichkeit Klimawandel

Peta kepekaan negara-negara di dunia terhadap dampak perubahan iklim.


Pemerintah sebelumnya mengumumkan akan menelurkan serangkaian paket reformasi untuk membenahi manajemen hutan dan lahan gambut. Langkah tersebut dinilai perlu mengingat bagaimana Indonesia kewalahan menghadapi kebakaran hutan yang memproduksi emisi karbon harian setara dengan jejak emisi Amerika Serikat selama setahun.

"Kami akan mengumumkan langkah konkrit untuk mencapai target emisi, termasuk membangun badan restorasi lahan gambut, mengkaji kembali perizinan yang sudah lama dan moratorium hutan selama beberapa waktu, "ujar Jokowi.


Di Paris Jokowi juga diagendakan bakal bertemu dengan sejumlah kepala negara lain seperti Belanda, Norwegia, India dan Afrika Selatan. "Kita berkomitmen (memerangi perubahan iklim), karena kita punya belasan ribu pulau yang itu bisa membahayakan kalau terjadi kenaikan air laut," ujarnya kepada media.

Indonesia dipastikan akan menghadapi hujan kritik terkait penanganan kebakaran hutan yang mengamuk di Kalimantan dan Sumatera beberapa waktu lalu. Namun soal itu Sekretaris Kabinet, Pramono Anung berharap dunia internasional "bukan cuma menyalahkan, tapi juga ikut memikirkan persoalan itu," ujarnya seperti dikutip kompas.

rzn/yf (dari berbagai sumber)

Laporan Pilihan