1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jokowi Giring Indonesia Bergabung di Pakta Perdagangan TPP

Presiden Indonesia Joko Widodo dalam kunjungan ke Washington menyatakan, Indonesia akan berusaha bergabung dengan 12 negara lain dalam Pakta Perdagangan Trans-Pacific Partnership (TPP).

Dalam pertemuan dengan Presiden AS Barack Obama hari Senin (26/10/15) di Washinton, Jokowi mengatakan di hadapan para wartawan, Indonesia ingin bergabung dalam Pakta Perdagangan Trans Pasifik, TPP.

"Indonesia ingin bergabung dengan TPP," kata Presiden Jokowi. Obama kemudian menanggapi, Jokowi memang memimpin Indonesia ke arah yang benar. "Kami ingin bermitra dengan Anda," tandas Presiden AS.

Trans Pacific Partership (TPP) adalah Pakta yang meliputi negara-negara Asia Pasifik. Saat ini anggotanya 12 negara: Amerika Serikat, Australia, Brunei, Chile, Jepang, Kanada, Malaysia, Meksiko, New Zealand, Peru, Singapura dan Vietnam.

"Ekonomi Indonesia adalah ekonomi yang terbuka. Indonesia dengan penduduk 250 juta orang merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dan Indonesia ingin bergabung dengan Trans Pasific Partnership," kata Jokowi dalam keterangan pers bersama Presiden Obama di Gedung Putih, Washington DC.

TPP telah disepakati oleh pimpinan 12 negara pada 5 Oktober 2015 . Parlemen masing-masing negara masih harus meratifikasi perjanjian itu.

Presiden AS Barack Obama menekankan, AS ingin menjadi mitra dalam segala bidang, termasuk ekonomi.

"Kami berdiskusi tentang cara mempererat hubungan dagang, investasi, dan hubungan ekonomi antara kedua negara. Termasuk juga memperluas ekonomi berbasis digital di Indonesia," kata Obama.

Keinginan Indonesia bergabung dengan TPP ditegaskan lagi oleh Presiden Jokowi pada acara jamuan makan malam dengan kalangan bisnis dan pemangku kebijakan.

"Indonesia ingin bergabung dengan TPP. Sekali lagi, Indonesia ingin bergabung dengan Trans-Pacific Partnership," tandas Jokowi.

Tapi gagasan Jokowi tampaknya akan mendapat penentangan dari kalangan partai politik di parlemen, yang sampai kini lebih mengambil posisi nasionalistis dengan semboyan-semboyan patriotik dan menolak liberalisasi ekonomi.

Menurut data Bank Dunia tahun 2015, dalam Peringkat Kemudahan Membuka Usaha, Indonesia menempati peringkat 172 dari seluruhnya 189 negara.

Selain membahas soal hubungan ekonomi, Obama dan Jokowi juga membicarakan upaya panggulangan perubahan iklim, masalah lingkungan dan kebakaran hutan di Indonesia.

hp (rtr, ap, afp)

Laporan Pilihan