1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

John Kerry Disetujui sebagai Menlu AS

Senat Amerika Serikat menyetujui John Kerry sebagai menteri luar negeri yang baru. Putra diplomat itu menghadapi setumpuk tugas tak sedap yang diwarisi pendahulunya, Hillary Clinton.

Dengan 94 suara dukungan dan tiga yang menolak, Kongres AS memberikan lampu hijau bagi nominasi John Kerry sebagai penerus Hillary Clinton, yang akan mengakhiri tugasnya pada akhir pekan ini. Sebelumnya Komite Luar Negeri di Senat, di mana Kerry sendiri telah bertugas selama 28 tahun, dengan suara bulat telah menerima nominasi politisi Partai Demokrat berusia 69 tahun ini.

Menurut laporan media, John Kerry akan dilantik secara resmi pada pekan ini. Dengan terpilihnya John Kerry, sejak Condoleezza Rice dan Hillary Clinton untuk pertama kalinya kembali seorang pria menduduki jabatan kepala Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Bukan Tugas Ringan

Dalam sidang pekan lalu, Kerry menyampaikan fokus rencana kerjanya. Ia menyerukan kebijakan fiskal yang lebih besar, agar Amerika Serikat memiliki keleluasaan yang lebih besar dalam kebijakan luar negerinya.

Walaupun dilanda krisis utang, juga merupakan kepentingan Amerika untuk mendukung program bantuan bagi negara-negara lain. Kini, kebijakan luar negeri juga merupakan kebijakan ekonomi, dikatakan Kerry. Juga dalam masalah perubahan iklim, John Kerry menyatakan berniat untuk mencurahkan perhatian.

Tugas-tugas yang dianggap teberat yang harus diemban John Kerry, diantaranya adalah konflik di Suriah, haluan masa depan AS terhadap Iran dan penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Selain itu, Kerry juga akan menghadapi ujian dalam masalah kebijakan di AS di Timur Tengah serta sikap terhadap Cina.

Keluarga Diplomat

John Forbes Kerry dilahirkan pada tahun 1943 di Colorado. Kerry, putra seorang diplomat, selama puluhan tahun merupakan politisi luar negeri terkemuka. Senator Massachussetts ini, yang merupakan veteran Perang Vietnam, pada tahun 2004 merupakan calon presiden dari Partai Demokrat. Namun kalah dari calon dari Partai Republik, George Bush.

Sebenarnya John Kerry bukan merupakan pilihan pertama Obama. Awalnya Presiden Obama bermaksud menunjuk duta besar AS di PBB Susan Rice untuk menduduki jabatan menteri luar negeri. Namun, Susan Rice menarik pencalonannya, setelah anggota Republik di Senat dengan jelas menunjukkan bawa mereka akan menolak diplomat kontroversial ini. Dibandingakan Rice, Kerry memiliki reputasi tinggi di hadapan lawan poltikinya.

yf/rzn (dpa/dapd/afp/rtr)