1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jihad Jane dan Terorisme Domestik di AS

Ia menyebut diri sebagai "jihad jane" dan berniat membunuh karikaturis Swedia yang menggambar wajah nabi Muhammad 2007 silam. Kini perempuan bernama asli Coleen LaRose itu divonis hukuman 10 tahun penjara.

Tidak seorang pun sepenuhnya mengerti apa yang menggerakkan Colleen LaRose untuk tiba-tiba menjadi seorang teroris. Tidak pula ketika hakim Petrese Tucker membacakan putusan yang mengganjar perempuan bernama samaran Jihad Jane itu dengan hukuman 10 tahun penjara. Pengadilan distrik di Pennsylvania itu cuma merangkai hukuman, bukan menguak sebab.

LaRose divonis bersalah ikut merencanakan pembunuhan terhadap kartunis Swedia, Lars Vilks, 2009 silam. Buruannya itu menggambar wajah nabi Muhammad dengan badan seekor anjing, yang lantas membakar amarah umat muslim di seluruh dunia.

Menurut Kementerian Kehakiman AS, perempuan berusia 50 tahun itu terbukti membantu kegiatan terorisme, merencanakan pembunuhan di luar negeri, membuat pernyataan palsu dan percobaan pencurian identitas.

Masalah Pribadi Berujung Teror

Jihad Jane pada kenyataannya adalah seorang perempuan yang punya masa lalu muram. Ia berulangkali mengalami pemerkosaan, antara lain oleh ayah sendiri ketika masih berusia kecil. Di usianya ke 13, LaRose kabur dari rumah, menjajakan layanan seks di pinggir jalan buat bertahan hidup dan lalu terjebak dalam ketergantungan narkotik.

Tidak jelas bagaimana LaRose lantas memeluk Islam dan aktif sebagai teroris. Ibunya mengatakan, ia menghilang sejak 11 September 2009. Kejaksaan mengungkap, seorang jihadis Aljazair yang tinggal di Irlandia, Ali Charaf Damache, merekrut LaRose dan seorang warga AS lain, Jamie Ramirez.

Die Macht der digitalen Bilder

Karikatur nabi Muhammad yang dicetak harian-harian Eropa dan membakar amarah umat Muslim di seluruh dunia

LaRose disebut bertolak ke Irlandia buat mematangkan rencana pembunuhan terhadap Lars Vilks. Ia lantas merekrut komplotan baru. Yang dipilih harus bisa bergerak bebas di Eropa tanpa kendala visa. Namun jihadis perempuan itu tidak menetap lama, "ia frustasi, karena komplotan lain di Irlandia tidak siap beraksi," kata Jaksa Jennifer Arbittier Williams.

Homegrown Terrorist

LaRose mencerminkan kecemasan yang menyapu Amerika Serikat sejak beberapa tahun terakhir. Bahwa seorang warga negara biasa, tiba-tiba mengusung jihad tanpa pernah berkecimpung sebelumnya di dunia teror. Homegrown Terrorist seperti yang lazim disebut di negeri paman sam itu.

"Kasus ini menggarisbawahi sifat ancaman terorisme yang kita hadapi saat ini di Amerika," kata Zane David Memeger, Jaksa AS untuk distrik timur Pennsylvania. "Internet memudahkan mereka yang berencana menyerang kepentingan Amerika."

Jihad Jane sendiri mengaku bersalah dan mengklaim, dirinya "terobsesi dengan jihad dari pagi hingga malam." Ia bertindak seperti sedang tidak sadarkan diri, katanya. Pengacaranya Mark Wilson mengatakan, LaRose saat ini sudah kembali ke ajaran Islam yang damai. Ia sendiri berkata di depan hakim, "saya tidak ingin lagi berjihad."

rn/hp (dpa, ap)