1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jerman Punya Presiden Baru

13 Februari 2017

Frank Walter Steinmeier terpilih jadi presiden baru Jerman sebagai penghargaan atas kemampuan diplomatiknya. Jerman dan Eropa perlu tokoh tangguh dan berpengalaman hadapi tren populisme dan gerakan anti Uni Eropa.

https://p.dw.com/p/2XRwp
Reichstag in Berlin Bundesüräsident Steinmeier Antrittsrede
Foto: Reuters/F. Bensch

Terpilihnya Frank Walter Steinmeier (61) mantan menteri luar negeri, menjadi presiden Jerman dalam pemilu Minggu menunjukkan penghargaan atas kemampuan diplomatik serta posisinya yang moderat. Posisi sebagai presiden, walaupun sebagian besar menjalankan tugas seremonial, tetap dipanfang sebagai simbol kunci penting dalam negara Jerman. Steinmeier menggantikan Joachim Gauck yang menyatakan lengser dari jabatannya.

Harian-harian Jerman menyambut baik terpilihnya Steinmeier menjadi presiden sebagai konsensus saat Jerman menghadapi masa-masa sulit terkait politik pengungsi. Secara senada pers Jerman menyebutkan, negara ini memerlukan seorang politisi yang memahami apa tema penting dan tidak cuma bermulut besar. Dunia memerlukan tokoh yang mengetahui bagaimana cara menangani tendensi gerakan aktual anti Uni Eropa. Juga Eropa membutuhkan tokoh kuat untuk meredam bangkitnya populisme.

Media Jerman juga menyebutkan, di saat sulit adalah bagus mendapat seorang presiden yang bisa mengatakan sesuatu dan sekaligus mau mendengar. Steinmeier telah membuktikan kapasitasnya di tatanan politik internasional, dalam menangani berbagai krisis. Ia kini punya tuga berat, untuk tetaü mempersatukan warga Jerman agar jangan teracuni oleh ideologi populisme dan nasionalisme sempit.

Walau begitu, beberapa media ternama Jerman juga memperingatkan, bahwa "konsensus" memilih Steinmeier sebagai presiden baru Jerman bisa berakibat polarisasi pada politik dalam negeri Jerman. 

Disambut positif 

Terpilihnya Steinmeier terutama juga disambut positif oleh kalangan politik di Jerman. Banyak yang berharap Steinmeier bisa menjadi angin segar di saat meningkatnya nasionalisme sempit dan situasi dunia yang nyaman akibat politik Presiden AS,Donald Trump. Kanselir Jerman, Angela Merkel menyatakan:"Steinemeier akan jadi presiden yang berprestasi tinggi di masa sulit ini". 

Wakil ketua partai CDU yang saat ini memerintah, Thomas Strobl menegaskan, Jerman memerlukan presiden yang mampu mempersatukan, mengintegrasikan dan menstabilkan negara. Jerman perlu seorang tokoh yang mengenal tata nilai yang berlaku di negarai ini dan sekaligus mempertahankannya. 

Sementara parati kiri yang beroposisi, DIe Linke, mengimbau presiden baru Jerman itu untuk menjaga keutuhan dan persatuan sosial di Jerman.

Steinmeier dalam pemilu presiden meraih 75 persen suara. Dalam pidatonya, mantan menlu Jerman ini menyerukan warga agar dengan berani melancarkan perang melawan populisme dan menjaga kemerdekaan dan demokrasi di Eropa.

as/yf(dpa,afp,ard)