1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Percepat Proses Suaka dan Deportasi Pengungsi

Pemerintah koalisi Jerman sepakati percepat prosedur permohonan suaka bagi pengungsi. Dalam waktu bersamaan, proses deportasi cepat akan diterapkan. Langkah ini bertujuan cegah arus pengungsi.

Kanselir Angela Merkel yang kini mengambil alih kendali dalam penanggulangan krisis pengungsi di Eropa mengumumkan, Jerman akan mempercepat prosedur permohonan suaka. Permohonan para pengungsi untuk mendapat suaka di Jerman harus diproses tuntas dalam waktu seminggu. “Asesment berikutnya harus selesai dalam tempo 2 minggu, jika pengungsi mengajukan banding,“ ujar Merkel setelah sidang darurat koalisi membahas krisis pengungsi.

Tonton video 01:33

Semua pengungsi yang ditolak permohonan suakanya akan dideportasi dalam waktu selambatnya tiga minggu. Pemerintah Jerman disebutkan akan membangun tiga sampai lima pusat registrasi pengungsi untuk memproses permohonan suaka.

Deutschland Registrierung von Flüchtlingen

Proses registrasi pengungsi di Jerman

Dengan kebijakan ini, pemerintah koalisi Jerman hendak mengambil kompromi, terkait krisis pengungsi yang menyeret politik Jerman ke dalam sengketa. Tekanan terhadap Merkel di dalam negeri dalam krisis pengungsi terus meningkat, bukan hanya dari kelompok oposisi tapi juga dari partai koalisi. Merkel menegaskan„ "ini merupakan langkah maju ke depan yang bagus dan perlu dilakukan.“

Paket kebijakan pengungsi itu dikritik oleh partai oposisi sebagai tidak realistis dan sulit diterapkan. "Di negara lain proses permohonan suaka berlangsung hingga setahun. Bagaimana Jerman bisa memprosesnya dalam beberapa minggu,“ ujar Robert Habeck dari Partai Hijau. Sementara tokoh partai kiri, Bernd Riexinger, mengritik, kebijakan baru itu justru akan menimbulkan masalah baru yang lebih parah.

PK Flüchtlinge Transitzone Angela Merkel Horst Seehofer Sigmar Gabriel

Wakil Kanselir Sigmar Gabriel, PM Bayern Horst Seehofer, Kanselir Angela Merkel (foto dari kiri ke kanan)

Paket kebijakan baru itu juga akan dibarengi penerbitan kartu tanda pengenal untuk semua pemohon suaka. Tanpa kartu pengenal ini, mereka tidak akan memperoleh tunjangan sosial dari pemerintah Jerman. Politik Merkel yang lebih tegas untuk menangani krisis pengungsi ini didukung pimpinan mitra koalisi Sigmar Gabriel dari Partai Sosial Demokrat SPD dan Horst Seehofer dari Partai Kristen Sosial-CSU. Dengan konsensus ini, politik “refugees welcome“ serta penolakan menutup perbatasan yang diterapkan Merkel kembali mendapat dukungan.

Uni Eropa nyaris tak berperan

Jerman semula menyatakan, Uni Eropa dapat menangani krisis secara lebih baik. Namun realitanya Uni Eropa terkesan angkat tangan dalam tema ini. Jerman mengumumkan bisa menampung hingga 800.000 pengungsi pada tahun 2015 ini. Tapi laporan dari kementrian dalam negeri menyebutkan, hingga akhir Oktober silam, Jerman telah menampung lebih dari 785.000 pengungsi.

Hingga akhir tahun ini diprediksi kedatangan lebih dari satu juta pengungsi ke Jerman. Kebanyakan pengungsi berasal dari Suriah, Afghanistan dan Irak yang negaranya dicabik perang. Namun juga tercatat “pengungsi ekonomi“ dari Albania dan Kosovo yang berada di Eropa dan tergolong aman. Pengungsi dari Eropa inilah yang akan disasar dalam program deportasi cepat.

Uni Eropa dalam prakiraan arus pengungsi melaporkan, hingga akhir tahun 2017 hingga tiga juta pengungsi akan meliruk ke Eropa. Sejauh ini hanya Jerman dan Austria yang mampu menangani arus pengungsi secara proporsional. Sementara 26 negara anggota Uni Eropa lainnya mengeluh tidak punya dana dan sarana.

as/yf (AFP, dpa, RTr, Twitter)

Laporan Pilihan