1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Optimis, Hubungan dengan Cina Akan Membaik

Menlu Jerman Guido Westerwelle tampak optimis hubungan antara Jerman dan Cina akan lebih membaik usai kunjungannya ke negara itu.

default

Menlu Jerman Guido Westerwelle dan Perdana Menteri Cina Wen Jiabao

Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle boleh merasa puas. Memang berita tentang kunjungannya ke Cina tidak menghiasi halaman depan harian 'China Daily', tetapi setidaknya di halaman pertama ada laporannya. "Secara keseluruhan ini adalah kunjungan yang membuahkan hasil positif. Kami menunjukkan bahwa politik luar negeri yang berorientasi pada nilai dan politik luar negeri yang berorientasi pada kepentingan tidak lah saling bertolak belakang.", demikian Westerwelle.

Ia menyebut kunjungannya ke Cina sebagai usaha mencapai dua hal yang berbeda. Karena Cina selain dikenal sebagai juara dunia di bidang ekspor, juga adalah negara yang paling sering menjatuhkan vonis hukuman mati. "Kami ingin mengekspor dan menguasai pasaran, supaya di Jerman tercipta lapangan kerja. Tetapi di waktu yang bersamaan kami juga tidak ingin mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan yang kami percaya." Westerwelle tidak melupakan tema-tema yang sensitif dalam kunjungannya tersebut. Ia menyinggung masalah Tibet, Dalai Lama, kebebasan pers dan kebebasan berpendapat. Tapi Westerwelle juga sadar untuk tidak terlalu melambungkan harapannya. "Saya tidak mengharapkan, bahwa usai kunjungan saya sebagai Menteri Luar Negeri ke Cina, semua akan berubah."

Bahwa dialog adalah hal yang terpenting dalam menjalin hubungan dengan Cina, dipelajari Westerwelle dengan cepat. Satu hal yang tidak kalah pentingnya lagi adalah semua pihak tidak boleh kehilangan muka. "Dalam politik luar negeri dan dalam hubungan dengan Cina, sangat lah penting untuk mentaati peraturan yang ada. Baru lah kemudian kita bisa membicarakan fakta-fakta yang kurang menyenangkan." Misalnya, pelanggaran hak asasi manusia dan vonis pengadilan seperti yang terakhir terhadap disiden Liu Xiabo yang dijatuhi hukuman 11 tahun penjara atas tuduhan subversi karena ia menyerukan reformasi politik yang menyeluruh dan agar dominasi Partai Komunis diakhiri. "Tentu saja kami khawatir dengan berita mengenai penahanan dan hukuman penjara yang terlalu keras. Tetapi apa alternatifnya? Berhenti berdialog dengan Cina bukan suatu pilihan. Karena jika ini yang kita lakukan, maka ini berarti kita juga menelantarkan pihak yang mau kita lindungi."

Menteri Luar Negeri Westerwelle tahu bahwa masalah kebebasan pers dan kebebasan berpendapat bukanlah tema yang disenangi oleh para pimpinan di Cina. Tetapi ia tidak membiarkan hal tersebut menghalanginya. "Kita tidak bisa hanya hanya terpaku pada kegagalan yang ada. Masalah kebebasan pers memang tetap harus diperhatikan, tetapi ini tidak berarti bahwa perkembangan jangka panjang jadi diabaikan. Siapa yang terlibat dalam hak asasi kemanusiaan, hak warga, dan kebebasan, harus siap untuk bersabar."

Barbara Kostolnik / Vidi Legowo-Zipperer

Editor : Hendra Pasuhuk