Jerman Mulai Tempatkan Rudal Patriot di Turki | dunia | DW | 08.01.2013
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Mulai Tempatkan Rudal Patriot di Turki

Militer Jerman Bundeswehr hari Selasa (08/01) mengirim rudal Patriot dan pasukan operator ke Turki. Sebagai anggota NATO, Turki minta bantuan pengamanan perbatasan ke Suriah.

Rudal Patriot Bundeswehr

Rudal Patriot Bundeswehr

Kontingen serdadu Jerman bersama-sama dengan serdadu Belanda berangkat ke Turki dari Eindhoven, Belanda. Mereka akan mempersiapkan instalasi sistem penangkal peluru kendali Patriot di Turki.

Pemerintah Jerman kembali menegaskan, penugasan serdadu Bundeswehr ke Turki bukan merupakan penugasan perang. Tentara Jerman tidak akan melibatkan diri dalam perang saudara yang terjadi di Suriah. Menteri Pertahanan Jerman Thomas de Maiziere menggambarkan karakter misi NATO di Turki : ”Ini adalah murni operasi pertahanan untuk melindungi satu kawasan NATO, dalam hal ini kawasan teritorial Turki”.

Turki sebagai anggota NATO telah meminta bantuan untuk mengamankan kawasan perbatasan negaranya ke Suriah. Amerika Serikat, Belanda dan Jerman berjanji menempatkan sistem pertahanan rudal Patriot. Pasukan Amerika Serikat sudah berada di Turki.

Menteri Pertahanan Jerman Thomas de Maiziere

Menteri Pertahanan Jerman Thomas de Maiziere

Sekarang tim Jerman dan Belanda menyusul. Puluhan serdadu mulla-mula dikirim ke Turki untuk menyiapkan instalasi Patriot. Bersamaan dengan itu, sistem persenjataan diberangkatkan dengan kapal laut dari pelabuhan Jerman Travemünde menuju Turki. Kontingen utama yang terdiri dari 350 serdadu akan mulai ditempatkan di Turki minggu depan, .

Tanda Solidaritas

Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle menegaskan, Jerman dengan itu mengirim sinyal solidaritas yang penting bagi Turki. ”Kita tidak boleh lupa, sudah ada warga Turki yang tewas akibat serangan dari Suriah. Jadi bisa dimengerti, kalau Turki sekarang cemas. Karena tidak ada yang tahu, sejauh mana rejim di Suriah akan bertindak.”

Sistem penangkis rudal Patriot sekarang akan melindungi Turki dari serangan pesawat udara dan roket jarak jauh. Patriot bisa menembak jatuh roket yang ditujukan ke Turki. Tapi Patriot tidak bisa melindungi Turki dari serangan granat dan mortir.

Karena itu, banyak pengamat menilai pengiriman Patriot sebagai langkah simbolis. Terutama dimaksud sebagai peringatan kepada Suriah dan sebagai langkah pencegahan. Menteri Pertahanan Thomas de Maiziere menegaskan: ”Kami mendukung Turki dalam situasi psikologis yang sulit. Di satu pihak harus dihindari, agar Turki tidak ditarik ke dalam konflik ini. Di lain pihak, reaksi kami harus memadai dan penuh pertimbangan.”

Jerman akan menempatkan sistem rudal Patriot di kota Kahramanmara, sekitar 100 kilometer dari perbatsan ke Suriah. Parlemen Jerman Bundestag, pertengahan Desember lalu dengan mayoritas besar menyetujui pengiriman sistem rudal ini ke Turki. Mandat pasukan Jerman dibatas sampai Februari 2014. Pemerintah Jerman memperkirakan, pengerahan rudal dan pasukan akan menelan biaya sekitar 25 juta Euro.