1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kebuntuan Mobil Listrik Jerman

Andreas Becker26 Mei 2013

Target ambisius pemerintah Jerman, yakni satu juta mobil listrik di jalanan pada tahun 2020, nampaknya akan gagal. Sejumlah kekurangan menghambat upaya Jerman menggenjot mobilitas ramah lingkungan.

https://p.dw.com/p/18dQJ
Foto: dapd

Dari sekitar 43 juta mobil pribadi yang saat ini terdaftar di Jerman, tidak lebih dari 7.000 adalah mobil listrik. Namun Menteri Lingkungan Peter Altmaier tetap yakin target ambisius satu juta mobil listrik di jalanan Jerman pada tahun 2020 bisa tercapai.

"Kita perlu mempromosikan penggunaan mobil listrik sebagai mobil perusahaan," tegasnya. Perusahaan logistik Deutsche Post menargetkan operasi 79 truk pengiriman berpenggerak motor listrik hingga akhir tahun ini, .

Bagi warga Jerman, mobil listrik penuh masalah. Mulai dari jarak tempuh yang terbatas hingga kurangnya lokasi pengisian ulang dan infrastruktur pendukung.

Belum lagi harga mobil listrik sekitar 50 persen lebih mahal dari mobil konvensional, ujar Stefan Bratzel dari Pusat Manajemen Otomotif. Ia mendesak produsen otomotif untuk mengurangi selisih harga dalam beberapa tahun ke depan.

Pabrik Toyota Prius di prefektur Aichi, Jepang
Pabrik Toyota Prius di prefektur Aichi, JepangFoto: picture-alliance/dpa

Jepang dan Korsel memimpin

Namun, Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA) mengklaim bahwa terobosan mobil listrik terhambat kurangnya pilihan model mobil.

"Rendahnya angka penjualan mobil listrik didorong kisaran model yang belum meyakinkan dan tidak cukup beragam," jelas petinggi VDA Ulrich Eichhorn kepada DW.

Eichhorn yakin ini akan berubah dalam 3 tahun mendatang, karena produsen mobil Jerman tengah mempersiapkan 16 model mobil listrik baru tahun depan, dan juga sejumlah model baru dari produsen asing.

Menurut studi konsultan bisnis Roland Berger bekerjasama dengan kelompok riset otomotif fka, produsen otomotif di Jepang dan Korea Selatan saat ini berada di posisi terdepan dalam teknologi mobil listrik. Terutama terkait teknik baterai, mereka akan terus memimpin, menurut studi tersebut. Ada 24.000 mobil listrik yang terdaftar di Jepang.

Produsen mobil listrik Jerman masih sibuk mendesain dan belum turun ke jalur perakitan
Produsen mobil listrik Jerman masih sibuk mendesain dan belum turun ke jalur perakitanFoto: picture alliance/dpa

Subsidi demi e-mobilitas

Melihat produsen baterai di Jerman gagal mengikuti para saingan di Asia, Stefan Bratzel menilai mobil listrik akan tetap digunakan sebagai mobil kedua kecuali berubah menjadi lebih murah dan lebih jauh daya tempuhnya.

Tahun 2015, pemerintah Jerman akan mengeluarkan sekitar 700 juta Euro untuk mendorong e-mobilitas. Anggaran terutama dikucurkan bagi riset dan dukungan bagi proyek model transportasi listrik pada tingkat komunitas. Selain itu, juga diterapkan pengurangan pajak bagi mobil listrik.

Perancis dan negara-negara Skandinavia juga berusaha mendorong penjualan melalui bonus untuk pembelian mobil listrik. Sementara produsen mobil Jerman menolak sistem bonus semacam itu. Pasalnya, model yang ditawarkan terbatas.

Namun ketua aosiasi industri otomotif Ulrich Eichhorn yakin penjualan akan naik tanpa subsidi, begitu industri otomotif muncul dengan kisaran model yang meyakinkan.

Tetap saja target pemerintah Jerman untuk mencapai satu juta mobil listrik pada tahun 2020 terdengar tidak realistis. Kelompok lobi VDA memprediksi jumlah mobil listrik hanya akan mencapai 600.000 unit pada tahun 2020, jika melihat laju perkembangan saat ini.