1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Mengekor Cina Produksi Bajakan

Jerman menduduki peringkat dua dalam ranking negara-negara produsen produk bajakan. Kerugian terhadap sektor teknik Jerman diperkirakan mencapai 7,9 miliar Euro.

Bagi banyak perusahaan Jerman yang menjadi korban pelanggaran hak intelektual, pelakunya bisa jadi tetangga sebelah.

Cina telah lama menjadi yang terdepan di dunia terkait barang bajakan, namun sebuah studi yang dirilis tahun 2014 mengindikasikan bahwa Jerman juga punya banyak copycat.

Hampir seperempat barang bajakan dan tiruan merek ternama datang dari perusahaan Jerman, menaruh ekonomi terbesar di Eropa itu di belakang Cina dan di depan Turki serta India, demikian tertulis dalam studi asosiasi industri VDMA menyangkut pembajakan produk.

Bajakan buatan Jerman

Namun tidak seperti tiruan yang tersedia di negara paling padat penduduk di dunia, imitasi buatan perusahaan Jerman kerap berkualitas tinggi. Menurut VDMA, pemalsu Jerman umumnya mengopi mesin berteknologi tinggi, komponen mesin atau onderdil.

Studi menyebut persaingan ketat sebagai motif paling umum untuk melanggar hak intelektual perusahaan lain.

Secara keseluruhan, VDMA memperkirakan produk bajakan merugikan industri teknik sekitar 7,9 miliar Euro pada tahun 2013. Ini akibat kehilangan penjualan. Meski membahas "jumlah yang memprihatinkan" terkait produk bajakan di Jerman, studi tersebut juga mencatat bahwa mengukur perkembangan di sektor lain tergolong sulit.

"Banyak perusahaan yang khawatir reputasi mereka akan rusak," ujar Steffen Zimmermann, direktur VDMA untuk kelompok kerja perlindungan produk dan know-how.

Dudukan pel magnetis

Maraknya barang bajakan di Jerman telah menginspirasi segelintir orang untuk berpikir kreatif dalam melawan tren ini.

Sejak tahun 1977, sebuah kelompok bernama Aktion Plagiarius menganugerahkan penghargaan palsu bagi perusahaan-perusahaan yang dipandang sebagai pelaku utama pemalsuan produk.

Selain para tersangka yang biasa dari Cina, penerima penghargaan juga mencakup beberapa perusahaan Jerman.

Satu contoh yang mencolok adalah dudukan pel magnetis buatan sebuah perusahaan di negara bagian Baden-Württemberg. Begitu produk ini dilempar ke pasar, salah satu pesaing perusahaan ini di wilayah Franken mulai membuat model yang serupa.

Sengketa dudukan pel menempatkan perusahaan di Franken itu pada posisi tiga penerima penghargaan Plagiarius tahun 2014 dan tempat di museum Plagiarius di Solingen.

Apapun dipalsukan

Kalau berbicara pemalsuan produk, tak ada sektor yang aman, ujar jurubicara Plagiarius, Christine Lacroix.

Kini pengimitasi menarget siapapun mulai dari produsen mainan hingga alat bertukang - sesuatu yang membuat tugas pemburu barang bajakan jauh lebih susah.

Jika produk imitasi terdahulu dapat teridentifikasi dengan mudah karena kualitasnya buruk, spektrum bajakan zaman sekarang meliputi tiruan murah sampai replikasi berkualitas tinggi, tambah Lacroix.

Dan sementara Plagiarius berupaya melindungi inovasi asli dengan menginformasikan konsumen, banyak perusahaan inovator yang beralih ke trik yang lebih teknis. Komponen yang rentan dipalsukan dilapisi resin, misalnya, atau ditandai dengan hologram.

Laporan Pilihan