1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Lagi-lagi Diterpa Kasus Pelecehan Seksual oleh Migran

Jerman kembali dihantui kasus pelecehan seksual oleh pria berdarah migran. Dua perempuan digerayangi oleh sekelompok laki-laki di tengah pesta budaya di ibukota Berlin. Ínsiden tersebut serupa dengan yang terjadi di Köln

Karneval der Kulturen in Berlin

Karnaval Budaya di Berlin

Karnaval Budaya di Berlin sejatinya digelar untuk menggabungkan berbagai corak kultural berbagai negara di dunia. Namun kali ini pesta meriah tersebut dihantui kasus pelecehan seksual, serupa seperti pada malam tahun baru 2016 di Köln.

Menurut kepolisian, kedua korban yang berusia 17 dan 18 tahun sedang menari di atas panggung ketika 10 orang remaja mengelilingi dan mulai menggerayangi tubuh korban. Sementara salah satu pelaku mencuri telepon seluler milik salah seorang korban.

Beruntung seorang pengunjung pria melihat insiden tersebut dan datang untuk membantu korban. Selain itu ia juga merekam kejadian dengan ponsel. Polisi yang datang kemudian menangkap tiga pelaku, seorang berusia 14 tahun, sementara sisanya 17 tahun.

Serupa di Köln

Polisi mengklaim ketiga tersangka yang ditahan telah dibebaskan. Pelaku yang sebagian berdarah migran Turki itu telah memiliki serangkaian catatan kriminal. Aparat kini menghimbau pengunjung perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual selama karnaval untuk melapor.

Insiden di Berlin serupa dengan yang terjadi di Köln pada malam perhantian tahun. Saat itu puluhan perempuan digerayangi oleh sekelompok pria berdarah migran. Pelaku menggunakan metode serupa, yakni mengelilingi korban dalam jumlah besar. Kebanyakan merupakan pencari suaka asal Afrika Utara.

Maraknya kasus pelecehan seksual oleh penduduk berdarah migran turut memicu sentimen anti pengungsi di Jerman. Setelah insiden di Köln, pemerintah Jerman mempercepat pemulangan pencari suaka asal Tunisia, Maroko dan Aljazair.

rzn/ap (dpa,ap)


Laporan Pilihan