Jerman Kirimkan Senjata Untuk Perangi IS | dunia | DW | 24.09.2014
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Kirimkan Senjata Untuk Perangi IS

Jerman mulai mengirimkan persenjataan berupa senapan serbu kepada Peshmerga di utara Irak. Pengiriman tersebut dinilai penting karena pasukan Kurdi itu mulai kehabisan nafas menahan gempuran gerilyawan Islamic State

Pemerintah Jerman mulai mengirimkan perlengkapan militer ke Irak dalam perang melawan kelompok teror Islamic State. Hari Rabu (24/9) pengiriman pertama diterbangkan ke Baghdad. Perlengkapan militer yang ditujukan untuk pasukan Kurdi, Peshmerga itu, mencakup senapan serbu, amunisi dan senjata pelontar granat, alias RPG.

Peshmerga sejak beberapa pekan berhasil meredam pergerakan geriliyawan IS di utara Irak, kendati kalah dalam hal persenjataan. Sekitar 10.000 serdadu Kurdi akan mendapat pasokan persenjataan dari Jerman yang ditaksir senilai 70 juta Euro atau setara Rp. 1,1 Trilyun.

Memperkuat militer Irak dan Kurdi untuk meredam geliat IS juga menjadi agenda pembahasan Dewan Keamanan PBB yang digelar Rabu (24/9). Selain itu isu serupa juga mendominasi agenda sidang umum Perserikatan Bangsa-bangsa di New York yang dimulai pada hari yang sama.

Keterlibatan Suriah

Pada Selasa malam Amerika Serikat bersama lima negara Arab, menggelar serangan udara terhadap aset IS di Suriah. Menurut keterangan pemantau HAM lokal, sedikitnya 70 ekstremis IS tewas dalam serangan tersebut. Selain itu serangan yang sama juga menewaskan puluhan geriliyawan kelompok teror lain yang berafiliasi dengan Al-Qaida.

Waffenlieferung Irak Bundeswehr Präsentation in Waren

Roket anti tank, Milan, yang dikirimkan Bundeswehr Jerman untuk Peshmerga di utara Irak

Adapun pemerintah Suriah, kendati mengritik langkah AS yang tidak meminta izin Damaskus terlebih dahulu, menyatakan dukungan terhadap "semua upaya internasional memerangi terorisme, entah itu IS atau Nusrah Front," kata Menlu Suriah, Walid Muallim, Selasa (23/9).

Nusrah Front yang berafiliasi dengan Al-Qaida dan aktif di wilayah utara juga termasuk sasaran serangan udara AS dan sekutunya.

Namun begitu negara-negara barat tetap enggan bersikap kooperatif terhadap rejim Bashar Assad di Suriah. "Dunia internasional tidak akan melupakan bagaimana Assad menggunakan senjata biologis terhadap penduduknya sendiri," kata Menteri Pertahanan Jerman, Urusla von der Leyen kepada harian Bild.

Selain Jerman, Perancis dan Inggris juga berkomitmen memasok persenjataan kepada Peshmerga dan militer Irak dalam perang melawan IS.

rzn/ap (dpa,rtr)