1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Ingkari Janji Bantuan Perlindungan Iklim?

Untuk dana perlindungan iklim global, pemerintah Jerman mencanangkan anggaran hanya sebesar 70 juta Euro. Padahal yang dijanjikan Jerman adalah enam kali lipat dari jumlah tersebut.

default

Gambar simbol perlindungan iklim dan biayanya

Juru bicara pemerintah Ulrich Wilhelm membantah anggapan bahwa Jerman tidak menepati janjinya di Kopenhagen tentang perlindungan iklim. "Sepengetahuan saya, dan saya yakin, pemerintah memenuhi janji Kanselir dalam konferensi iklim dunia di Kopenhagen. Jerman akan menyumbang rata-rata 420 juta Euro per tahun, dari 2010 hingga bis 2012, untuk dana sokongan bagi perlindungan iklim di negara-negara berkembang.“

Akan tetapi, dari 420 juta yang dijanjikan, hanya 70 juta dana segar yang ditemukan dalam anggaran bagi Kementrian Lingkungan dan Kementrian Bantuan Pembangunan. Sebagian besar sisanya, menurut versi pemerintah Jerman, terutama berasal dari program untuk perlindungan alam dan perdagangan emisi karbon. Kedua program itu sudah ada sejak 2008, jauh sebelum KTT Iklim di Kopenhagen akhir 2009.

Oposisi dan organisasi lingkungan menyebut praktek ini tipuan label, karena dana segarnya hanya hampir 30%, dan sisanya berasal dari janji bantuan sebelumnya. Alexander Bonde dari Partai Hijau Jerman menuduh Kanselir Angela Merkel mengelak dari kewajiban. "Kami menilai hal ini skandal, bahwa apa yang dijanjikan Kanselir di KTT iklim di Kopenhagen tidak bisa ditemukan dalam anggaran belanja negara. Ini penyalahgunaan kepercayaan terhadap semua pihak terutama negara berkembang dan ambang industri yang siap bersama-sama negara industri untuk mengambil langkah darurat demi perlindungan iklim global. Kata-kata Kanselir hampir tak ada artinya.“

Partai Sosial Demokrat, SPD, berpendapat sama. Kanselir Merkel dan pemerintahannya dituduh ingkar janji. Para pengkritik bisa merujuk pada kesepakatan dari KTT Iklim di Kopenhagen. Kesepakatan yang dicapai Desember 2009 lalu itu juga bisa dibaca pada situs internet Kementrian Bantuan Pembangunan.

Bunyinya, negara-negara industri menyatakan akan menyediakan dana segar dan tambahan sebesar sampai 30 miliar Dolar Amerika antara tahun 2010 hingga 2012 bagi negara-negara berkembang, untuk tindakan penyesuaian bagi perlindungan iklim dan pengurangan emisi. Di depan Dewan Eropa, Desember 2009, Kanselir Jerman menyatakan, untuk rentang waktu tersebut Jerman berkontribusi 420 juta Euro per tahun.

Ditulis pula bahwa dana itu merupakan tambahan, tidak diambil dari bantuan pembangunan lain semisal dana untuk memerangi kemiskinan.

Menurut Christoph Bals dari organisasi lingkungan "Germanwatch", apa yang bisa dibaca dari rancangan anggaran negara Jerman tahun 2010, bukanlah isyarat yang diharapkan bagi perlindungan iklim global.

Marcel Fürstenau/Renata Permadi

Editor: Yuniman Farid