1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Ingin Jaga Hubungan dengan AS

Jerman melayangkan protes atas penyadapan telpon Kanselir Merkel oleh NSA. Tapi ingin tetap menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat yang punya sejarah panjang.

Skandal penyadapan NSA yang diungkap Edward Snowden menjadi tema besar di Jerman. Hampir setiap minggu, ada berita tentang dokumen rahasia yang dibocorkan mantan anggota dinas rahasia berusia 30 tahun, yang sekarang mendapat suaka di Rusia. Banyak yang berharap, Snowden bisa memberi kesaksian tentang kegiatan spionase NSA di Jerman, terutama tentang penyadapan telpon Kanselir Angela Merkel dan petinggi Jerman lainnya. Dalam pertemuan dengan anggota parlemen Jerman, Hans Christian Ströbele, Snowden mengatakan ia siap datang ke Jerman asal ada jaminan keamanan.

Masalahnya, Amerika Serikat sudah mengeluarkan perintah penangkapan internasional bagi Edward Snowden atas tuduhan berkhianat dan membocorkan rahasia negara. Menurut perjanjian ekstradisi antara Jerman dan Amerika, pemerintah Jerman harus menyerahkan Snowden kepada Amerika Serikat begitu dia menginjakkan kaki di Jerman.

Memang ada kemungkinan bagi Jerman menolak sebuah permintaan ekstradisi, yaitu jika seseorang dikejar di negaranya karena "pelanggaran hukum yang bersifat politis". Namun masih tidak jelas, apakah kriteria ini bisa digunakan dalam kasus Snowden. Yang pasti, pemerintah Jerman tidak ingin hubungan dengan Amerika Serikat mengalami gangguan lebih berat lagi. Karena itu, Kanselir Angela Merkel lewat juru bicaranya menolak pemberian suaka bagi Edward Snowden.

Hubungan Bersejarah Panjang

"Hubungan dengan Amerika Serikat adalah kemitraan terpenting bagi Jerman di luar Uni Eropa," kata Karsten Voigt yang pernah menjabat sebagai Koordinator Kerjasama Jerman-Amerika dari 1999 sampai 2010. Hubungan ini punya sejarah panjang. Pada awal era perang dingin, Amerika Serikat yang menjamin keamanan di Berlin Barat.

Tahun 1948 dan 1949 Berlin Barat ditutup oleh pasukan Uni Soviet. Untuk menjamin pasokan makanan dan obat-obatan bagi penduduk Berlin, Amerika Serikat dan pihak sekutu membuat jembatan udara. Ratusan pesawat Amerika dan Inggris setiap hari membawa makanan ke Berlin.

Usai Perang Dunia ke II, Jerman mengalami kehancuran. Amerika Serikat merintis bantuan ekonomi besar-besaran yang dikenal dengan nama Marshall Plan. Lewat bantuan itu, Jerman behasil bangkit kembali dan akhirnya menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Eropa. Sejak itu, hubungan Jerman dan Amerika semakin erat.

Kepentingan Besar

Jika pemerintah Jerman sekarang mengundang Edward Snowden ke Berlin, ini akan menjadi beban berat dalam hubungan kedua negara. "Bagi Amerika Serikat, ini akan menjadi tamparan besar, sama seperti perasaaan Jerman ketika mengetahui tentang adanya penyadapan telpon oleh NSA," kata mantan Duta Besar Jerman untuk Amerika Serikat, Wolfgang Ischinger.

Ischinger mengusulkan agar Jerman tidak melakukan langkah balasan. Sebaiknya Jerman melakukan konsultasi dengan Amerika Serikat dan menyoroti dengan kritis kegiatan NSA, katanya. Pemerintah Jerman saat ini memang sudah mengirim delegasi tingkat tinggi ke Washington untuk melakukan pembicaraan. Delegasi beranggotakan antara lain pimpinan dua dinas rahasia Jerman, BND dan VfS.

Menurut Ischinger, sebuah perjanjian Anti Spionase (No Spy Agreement) antara Jerman dan Amerika adalah langkah yang benar. "Jika perjanjian itu dipenuhi maka rasa saling percaya yang sekarang sudah rusak bisa dibangun kembali". Baik Amerika maupun Jerman punya kepentingan besar untuk menjaga hubungan baik," tandasnya.

Laporan Pilihan