1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Ijinkan Penjualan Tank ke Indonesia

Pemerintah Jerman sudah mengeluarkan ijin penjualan tank Leopard ke Indonesia. Komisi Dewan Keamanan Jerman dilaporkan sudah menyetujui rencana ini.

A German army Leopard 2-A6 heavy tank participates a maneuver May 2, 2006 in Bergen, Germany. (Photo by Ralph Orlowski/Getty Images)

Panzer Leopard 2

Perusahaan senjata Rheinmetall akhirnya mendapat ijin untuk mengekspor 104 tank jenis Leopard 2 ke Indonesia. Persetujuan itu juga meliputi 10 tank tempur lain, antara lain tank untuk pegunungan, dan 50 kendaraan lapis baja jenis Marder 1A2. Jerman akan mengekspor seluruhnya 164 kendaraan lapis baja ke Indonesia.

Hal itu terungkap setelah anggota parlemen dari Partai Hijau Katja Keul secara resmi mengajukan pertanyaan kepada pemerintah berkaitan dengan rencana penjualan tank ke Indonesia.

Ijin ekspor senjata ke kawasan di luar NATO ditentukan dalam sebuah rapat rahasia Dewan Keamanan Jerman yang melibatkan beberapa kementerian, diantaranya Kementerian Ekonomi. Anggota parlemen berhak mendapat keterangan, jika sudah ada keputusan positif. Kementerian Ekonomi Jerman dalam jawaban kepada Katja Keul membenarkan bahwa perusahaan Rheinmetall sudah mendapat ijin ekspor tank ke Indonesia.

Diskusi Tentang Situasi HAM

Pemerintah Indonesia bulan November lalu sudah mengungkapkan secara rinci rencana pembelian tank. Namun Jerman ketika itu masih menolak memberikan keterangan resmi. Rencana penjualan itu dikritik berbagai organisasi HAM di Jerman. Mereka menilai, situasi hak asasi di beberapa daerah di Indonesia masih sangat buruk.

Sebagian anggota parlemen di Jerman juga menolak rencana penjualan tank ke Indonesia. Partai Hijau dan Partai Kiri menyatakan khawatir Indonesia akan menggunakan senjata dari Jerman untuk menghadapi aksi protes dan kelompok etnis minoritas.

Indonesia awalnya bermaksud membeli tank Leopard buatan Jerman dari Belanda. Namun parlemen Belanda menolak penjualan senjata ke Indonesia dengan alasan situasi hak asasi manusia yang masih kritis di beberapa tempat. Di Jerman, ekspor senjata tidak perlu mendapat persetujuan dari parlemen.

Kanselir Jerman Angela Merkel dalam kunjungannya ke Indonesia Agustus 2012 sempat membahas kerjasama militer. Namun tidak menyebut secara konkret rencana penjualan senjata. Isu ini mencuat lagi di Jerman November 2012. Ketika itu, pemerintah Jerman kembali menerangkan, belum memberi ijin penjualan tank ke Indonesia.

Perubahan Kebijakan

Di masa lalu, Jerman memberlakukan kebijakan ketat untuk ekspor senjata ke negara-negara di luar NATO. Biasanya, penjualan kapal perang dan kapal selam bisa disetujui dengan alasan, kapal-kapal ini jarang digunakan dalam konflik dalam negeri. Sedangkan penjualan tank biasanya tidak mendapat ijin, karena peralatan ini bisa digunakan untuk penindasan hak asasi di dalam negeri.

Tapi dalam beberapa tahun terakhir terlihat ada perubahan dalam kebijakan ekspor senjata. Pemerintah Jerman mengijinkan penjualan tank ke Saudi Arabia. Sekalipun Saudi Arabia bukan negara demokratis dan situasi hak asasi di negara itu sangat buruk. Alasan pemerintah Jerman, Saudi Arabia adalah mitra strategis yang menjamin stabilitas di kawasan itu. Selain itu, Saudi Arabia dibutuhkan untuk mengimbangi pengaruh Iran. Juga dalam perang melawan terorisme internasional, Saudi Arabia memainkan peran penting.

Dengan argumen yang sama, pemerintah Jerman juga mengijinkan ekspor tank ke Qatar. Perusahaan Krauss Maffei Wegmann diijinkan menjual 62 tank Leopard dan sejumlah peralatan senjata berat senilai 1,89 miliar Euro.

HP/AB (rtr, dpa, afp)

Laporan Pilihan