1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Gelontorkan 20 Milyar Euro Untuk Pengungsi

Jerman menghabiskan dana 20 miliar Euro untuk penanganan pencari suaka dan pengungsi pada tahun 2016. Termasuk di antaranya untuk upaya hentikan sebab terjadinya migrasi besar. Berikut rincian dananya.

Seperempat dari jumlah 20 milyar Euro tersebut diperuntukkan bagi pencari suaka yang masih menunggu untuk diproses statusnya, sementarasekitar setengahnya digunakan untuk memerangi penyebab migrasi besar tersebut. Lebih dari 1 juta migran telah memasuki Jerman sejak tahun 2015.

Pemerintah Jerman menyediakan 9,3 miliar Euro yang disebar ke-16 negara bagiannya untuk membantu para pencari suaka pada tahun 2016, demikian menurut sebuah laporan dari pemerintah.

Rincian pengucuran dana

Sebagian besar uang, berjumlah total 5,5 miliar Euro masuk ke kantung migran yang masih mencari suaka dan belum diakui oleh negara. Dana tersebut juga digunakan untuk membiayai paket integrasi yang menghabiskan biaya 2 miliar Euro, 400 juta Euro untuk tempat berlindung bagi pencari suaka dan 350 juta Euro untuk anak-anak di bawah umur tanpa pendampingan.

Negara bagian Nordrhein-Westfallen menerima dana paling banyak, yakni sebesar 1,2 miliar Euro, disusul Bayern, 860 juta Euro dan Baden-Württemberg sebesar 728 juta Euro.

Dana untuk penanganan penyebab migrasi

Kementerian Keuangan Jerman mengatakan sisa 11 miliar Euro dihabiskan untuk penangangan penyebab perpindahan paksa dan migrasi. "Pada tahun lalu, kami telah melihat jumlah pendatang baru yang datang ke Yunani dari Turki secara dramatis berkurang," ujar kepala staf kantor Kanselir Jerman, Peter Altmaier kepada surat kabar Jerman Rheinische Post. "Saat ini masuknya migran ke rute Libya-Italia tampaknya menurun, namun komitmen kami untuk memperbaiki situasi di Libya, Mali dan Niger nampaknya akan terbayarkan."

Jerman telah menempatkan pasukan Bundeswehr di negara-negara tersebut untuk memerangi penyelundupan manusia dan mendukung perang melawan kelompok-kelompok Islam garis keras.

Hukum migrasi yang lebih ketat

Kebijakan migran pintu terbuka Kanselir Jerman Angela Merkel memberi peluang masuknya lebih dari 1 juta migran ke Jerman dari kawasan Timur Tengah dan Afrika, sejak tahun 2015. Aliran migrasi itu telah menurun  tahun lalu setelah Jerman mengenalkan undang-undang suaka yang lebih ketat.

Sebuah rangkaian kebijakan baru yang disepakati pekan lalu akan memungkinkan pihak berwenang Jerman untuk mendeportasi pencari suaka yang ditolak, dengan lebih cepat dan teratur.

ap/vlz (dpa/kna)

Laporan Pilihan