1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Dihantam Telak Krisis Pengungsi

Kanselir Jerman Merkel memuji pimpinan puncak Turki yang siap membantu Eropa cari solusi krisis pengungsi. Sementara negara transit di Eropa mengancam akan menutup perbatasan, untuk cegah arus pengungsi.

Kanselir Jerman Angela Merkel menggelar perundingan dengan presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan PM Ahmet Davitoglu membahas kerjasama dalam mencari solusi krisis pengungsi. Merkel memuji pemerintah Turki yang siap membantu Eropa mencari pemecahan krisis pengungsi. Sebagai imbalan dari kesiapan Ankara itu, Kanselir Jerman memberikan janji akan mendorong lagi perundingan penerimaan Turki sebagai anggota Uni Eropa.

Imbalan lainnya yang dijanjikan kepada Turki adalah bantuan´dana sebesar 3 milyar Eurp dari Uni Eropa dan kemudahan visa bagi warga Turki yang bepergian ke Uni Eropa. Sebagai imbalannya Turki harus menampung 2 juta lagi pengungsi Suriah yang hendak masuk ke Eropa via gerbang Turki. Kunjungan Merkel ke Turki ini dipandang banyak orang sebagai politik dagang sapi dengan Erdogan.

Sementara Merkel dan Uni Eropa bersusah payah mencari jalan keluar dari krisis, negara-negara transit seperti Hongaria, Slovenia, Serbia dan Kroasia mengancam akan menutup perbatasan, untuk mencegah serbuan arus pengungsi. Slovenia sudah menutup perbatasannya ke Kroasia dan hanya mengizinkan 2.500 pengungsi melintas setiap harinya. Puluhan ribu pengungsi kini terdampar di perbatasan.

Statistik menunjukkan, lebih 600.000 pengungsi dari Suriah, Irak, Afghanistan dan kawasan konflik lainnya di Afrika sudah membanjir memasuki Eropa lewat Laut Tengah. Uni Eropa yang berbulan-bulan lamanya tidak bereaksi sepadan, kini dengan tergesa-gesa hendak mencari pemecahan krisis. Pekan lalu sudah digelar KTT dengan Turki untuk menjajagi kemungkinan kerjasamanya.

as(vlz (rtr,dpa,afp,ap)

Laporan Pilihan