1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Jelajah Jerman

Jerman Bahas Netralitas Jaringan di Internet

Mahasiswa berusia 19 tahun menuntut agar Parlemen Jerman membahas tema netralitas jaringan internet.

ILLUSTRATION - Ein Netzwerkkabel steckt am 29.04.2013 in Köln (Nordrhein-Westfalen) in einem Modem der Deutschen Telekom. Die heftige Kritik von Nutzern und Politikern lässt den Telekom-Chef nicht von den Plänen für eine Daten-Obergrenze im Festnetz abbringen. Foto: Rolf Vennenbernd/dpa zu dpa Tempo-Bremse: Telekom wagt Kraftprobe mit Kunden vom 29.04.2013) +++(c) dpa - Bildfunk+++

Simbol gambar Netralitas Internet

Internet punya masalah yakni semakin penuh. Ini terutama disebabkan provider video yang menawarkan platform yang makin banyak mentransfer data. Perusahaan IT Amerika Serikat Cisco memperkirakan bahwa "video traffic" akan berlipat ganda sampai 2017. Karena itu banyak provider internet terpaksa meningkatkan kapasitasnya guna mengantisipasi naiknya pertukaran data. Proses itu butuh biaya besar yang perlu sumber dana.

Dari "traffic" sendiri perusahaan hampir tidak mendapat untung. Iklan bernilai miliaran di jaringan internet dibagi di antara Facebook, Google dll. Sebagai solusi, provider internet dan perusahaan telekomunikasi mencoba mengatasi masalah ini dengan mengorbankan prinsip netralitas di internet.

Dua langkah untuk Uang Lebih

Ide historis internet adalah data terlepas dari bentuknya dibagi secara netral di internet.

Netzwerkkabel liegen am 22.05.2013 auf der Baustelle des neuen Rechenzentrums der Deutsche Telekom AG in Biere (Sachsen-Anhalt) bereit. Hier will die Konzerntochter T-Systems im Jahr 2014 mit 150.000 Quadratmetern das bundesweit bislang größte Rechenzentrum in Betrieb nehmen. T-Systems will damit der hohen Nachfrage nach Cloud-Services gerecht werden. Großunternehmen halten zunehmend Rechenleistung und die dafür notwendige Hardware nicht mehr am Firmensitz bereit, sondern greifen auf externe Dienstleister zurück. Foto: Jens Wolf/dpa +++(c) dpa - Bildfunk+++

Volume transfer data di internet makin besar

Sampai sekarang Internet Service Providers (ISPs) mengijinkan pertukaran data tanpa memperhatikan paket data ataupun memprioritaskan data tipe tertentu. Tapi sejumlah ISPs ingin mengubah itu dengan melakukan dua tahap proses dengan tujuan menarik sumber keuangan baru.

Langkah pertama adalah membatasi akses internet bagi pelanggan. Langkah kedua, menawarkan deal kepada provider data internet besar seperti Google atau Facebook yang memungkinkan mereka terhindar dari pembatasan itu dengan membayar dana. Provider lebih kecil dan kurang berpengaruh akan gigit jari.

Awal April lalu perusahaan telekomunikasi Jerman Telekom sudah memulainya. Perusahaan itu mengumumkan rencana menurunkan kecepatan surfing di internet jika volume data internet untuk bulan tertentu sudah tercapai. Telekom menjelaskan siapa yang ingin surfing di internet lebih dari batasan tersebut harus membayar lebih. Namun jasa dan data internet perusahaan itu sendiri mendapat pengecualian dari penurunan batasan tersebut. Ini melanggar prinsip netralitas.

Reaksi terhadap hal itu amat besar terutama di internet. Karena di Jerman masih belum ada aturan yang menjamin netralitas di internet dan dengan demikian dapat mencegah rencana Telekom itu.

Tuntutan yang Lolos ke Bundestag

ARCHIV - ILLUSTRATION - Der Stecker eines Netzwerkkabels, aufgenommen am 02.03.2010 vor einem Server in Düsseldorf. Auf der Bloggertagung Re:publica (14. bis 16. April) in Berlin diskutierten am Donnerstag (15,04.2010) Experten, wie die Netzneutralität gewährleistet werden kann. Demnächst wird das Thema auch bei der Bundesregierung auf der Tagesordnung stehen. Foto: Martin Gerten dpa/lnw (zu dpa-Korr Netzneutralität soll freie Fahrt im Cyberspace sichern vom 15.04.) +++(c) dpa - Bildfunk+++

Simbol gambar netralitas internet

Mahasiswa Johannes Scheller dari Tübingen mengupayakan agar rencana Telekom itu di Jerman dibahas di Bundestag. Ia mengirim petisi online ke situs internet Parlemen Jerman www.bundestag.de. Johannes Scheller menulis dalam petisinya: "Parlemen Jerman Bundestag diharap memutuskan Undang-Undang yang mewajibkan provider memperlakukan semua paket data user terlepas dari isi dan asalnya secara adil. Terutama diharap tidak ada data, jasa atau penawar jasa dirugikan, diturunkan kecepatannya atau bahkan diblokir oleh provider ini." Hanya dalam empat hari lebih dari 50 ribu warga bergabung. Dengan demikian tercapai kuota dimana dewan petisi Bundestag harus membahas masalah tersebut. Memang Senin (24/06) tema itu hanya dibahas di lingkungan kecil anggota parlemen dan bukan di sidang umum. Meski demikian tema itu kini secara resmi menjadi agenda Parlemen Jerman.

Laporan Pilihan