1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Akan Tingkatkan Persenjataan Pasukannya di Afghanistan

Menteri Pertahanan Jerman Karl-Theodor zu Guttenberg melakukan lawatan mendadak (14/04) di pangkalan militer Jerman di Kunduz, Afghanistan Utara. Ia menyatakan akan mengirimkan persenjataan berat bagi pasukan Bundeswehr.

default

Menhan Jerman Karl Theodor zu Guttenberg di Kunduz.

Untuk ketiga kalinya sejak memangku jabatan sebagai menteri pertahanan Jerman, Karl-Theodor zu Guttenberg melakukan kunjungan mendadak ke pangkalan militer Bundeswehr di Kunduz, Afghanistan utara hari Rabu (14/04). Pada lawatan itu ia disertai oleh sejumlah anggota legislatif dari semua fraksi parlemen Jerman, kecuali Partai Kiri.

Pada kesempatan itu Guttenberg menegaskan bahwa sangatlah penting untuk mengumpulkan informasi dan melihat dengan mata sendiri keadaan di lokasi operasi angkatan bersenjata Jerman di Afghanistan. Baginya juga penting untuk memperlihatkan kepada tentara Jerman yang bertugas di negara itu bahwa politisi papan atas mendukung mereka. Demikian diutarakan Menhan Jerman Karl Theodor zu Guttenberg setelah tiba di Kunduz: "Bagi saya adalah penting untuk menunjukkan kepada tentara kita di lapangan bahwa kami mendukung mereka. Juga penting untuk mengetahui bagaimana keadaan di sini, bagaimana kondisi secara keseluruhan dan juga penting mengetahui, di sektor mana diperlukan perbaikan, di sektor mana masih diperlukan perbaikan persenjataan dan hal-hal lain yang serupa. Karena itulah saya sekarang berada di sini."

Verteidigungsminister Karl-Theodor zu Guttenberg in Afghanistan

Karl-Theodor zu Guttenberg (kanan) dengan Kolonel Reinhardt Zudrop, Komandan Provincial Reconstruction Team (PRT) Kunduz.

Dukungan moril bagi serdadu Bundeswehr

Tewasnya tiga serdadu Jerman dalam pertempuran dengan Taliban di dekat Kunduz dua pekan yang lalu, memicu perdebatan mengenai perlengkapan persenjataan Bundeswehr di Afghanistan. Sejak tahun 2002, 39 serdadu Jerman tewas dalam misi di Afghanistan. Kunjungan Menhan Jerman di Kunduz ini merupakan dukungan moril para tentara Bundeswehr. Banyak di antaranya merasa sejak lama dilupakan oleh para politisi. Diskusi mengenai serangan yang diperintahkan oleh komandan satuan Jerman 4 September 2009 lalu di Kunduz dan menyebabkan tewasnya 142 warga, membuat para serdadu frustrasi. Apalagi mengingat banyaknya jajak pendapat di Jerman yang menyatakan bahwa mayoritas warga Jerman menolak misi Afghanistan.

Pengiriman persenjataan berat

Karena Menhan Jerman Karl-Theodor zu Guttenberg datang ke Kunduz juga untuk memastikan apa yang diperlukan Bundeswehr agar keamanan serdadunya dapat ditingkatkan, maka tidaklah mengherankan saat ia menyatakan bahwa pangkalan militer di Kunduz akan mendapat dua panser berat yang daya tembaknya mencapai 40 kilometer dengan ketepatan sasaran dari 20 hingga 30 meter. Selain itu, pasukan Jerman akan memperoleh roket TOW penangkis panser dan panser pelindung "Marder". Sedangkan panser tempur "Leopard" tidak dioperasikan di Afghanistan.

Trauerfeier Kunduz Bundeswehr No-Flash

Pada upacara pengiriman kembali jenazah tiga tentara Jerman yang gugur di dekat Kunduz.

Guttenberg: Afghanistan medan berbahaya

Selanjutnya Guttenberg mengemukakan bahwa Jerman menyambut baik penempatan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan utara: "Kami gembira karena AS berada di sisi kami, karena mereka juga menutup sisi lemah yang kami miliki di utara. Dengan begitu secara keseluruhan kami dapat melaksanakan pengamanan yang lebih baik."

Seusai pembicaraannya dengan serdadu Jerman di Kunduz, Menhan Karl Theodor zu Guttenberg menegaskan bahwa Afghanistan masih merupakan lokasi yang berbahaya, karena itu operasi Bundeswehr masih tetap berisiko tinggi.

CS/AR/dpa/rtrd/ap