1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jenderal AS Tewas Ditembak di Afghanistan

Seorang jenderal Amerika ditembak mati di Afghanistan, dalam sebuah serangan yang membuat puluhan pejabat militer lainnya terluka termasuk seorang pejabat senior Jerman.

Penembakan, yang menewaskan Mayor Jenderal Harold J. Greene, mengguncang proyek yang dipimpin AS dalam melatih angkatan bersenjata Afghanistan seiring penarikan pasukan NATO setelah 13 tahun memerangi Taliban.

Serangan itu menjadi untuk yang pertama kalinya membuat seorang jenderal Amerika terbunuh di wilayah perang sejak Perang Vietnam, dan memperburuk situasi saling tidak percaya diantara pasukan internasional dengan sekutu mereka di Afghanistan.

Greene, yang merupakan pejabat di markas Angkatan Bersenjata di Washington, juga merupakan orang dengan pangkat tertinggi yang yang terbunuh sejak serangan 11 September, saat Letnan Jenderal Timothy Joseph Maude tewas akibat pembajak pesawat menabrakkan jet ke Pentagon.

Tentara Afghanistan pelaku penembakan itu, bunuh diri setelah ia menembakkan senjata saat berlangsungnya kunjungan tingkat tinggi para pejabat NATO hari selasa di Marshal Fahim National Defense University, sebuah kompleks pelatihan luas di luar ibukota Kabul.

“Pikiran dan doa kami bagi keluarga Mayjen. Harold J. Greene, serta para keluarga prajurit kami yang terluka hari ini dalam peristiwa yang tragis,” kata Komandan Angkatan Bersenjata AS, Ray Odierno.

Seorang pejabat AS yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan bahwa sekitar 15 orang terluka, delapan diantaranya berasal dari Amerika.

Kebangsaan korban lainnya masih belum jelas, namun militer Jerman mengatakan bahwa salah satu jenderal mereka terluka, sementara para pejabat Kabul mengatakan paling tidak tiga pejabat Afghanistan terluka.

Ketidakpercayaan sengit diantara prajurit

Para pejabat Afghanistan sebelumnya menggambarkan penyerang itu sebagai seseorang yang menyamar sebagai prajurit Afghanistan, meyakini bahwa dia bukan seorang anggota militer. Namun, pejabat AS membantahnya kemudian dengan mengkonfirmasi bahwa penyerang itu memang seorang prajurit militer Afghanistan.

Penembakan ini merupakan kasus pangkat tertinggi dalam “serangan orang dalam” selama konflik Afghanistan, yang mencatat sejumlah tentara NATO tewas dibunuh oleh sekutu mereka sendiri tentara Afghanistan.

Dikenal sebagai serangan “Hijau diatas Biru“, kasus-kasus pembunuhan itu telah memperbesar ketidakpercayaan yang menjadi semakin sengit diantara para prajurit dan patroli gabungan bersama akan diawasi oleh para penjaga bersenjata.

“Serangan orang dalam“ turun drastis tahun lalu seiring ditutupnya banyak basis tempur NATO dan pengurangan operasi sebelum mereka sepenuhnya menarik diri dari Afghanistan akhir tahun ini. Seleksi bagi rekrutmen militer Afghanistan juga diperketat.

ab/ap (afp,ap,rtr)

Laporan Pilihan