1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jelang Forum Ekonomi Dunia Davos

Sekitar 3500 tentara dikerahkan tahun ini untuk mengamankan Davos dari aksi protes yang bisa berakhir kisruh.

Sekitar 40 sentimeter salju bisa turun dalam semalam di Davos. Di kota pegunungan Swiss itu sejak lebih sepekan, ribuan tentara dan polisi mencangkulnya ke atas tumpukan hampir 3 meter salju di tepi-tepi jalan.

Gundukan salju itu diharapkan akan membantu menghambat demonstran yang mungkin berusaha menyerbu pertemuan para pemuka dunia yang mulai Rabu (25/01) berkumpul di Forum Ekonomi Dunia, WEF.

Kapitalisme Sudah Kadaluwarsa

Acara tahunan ini berlangsung pada saat pergulatan ekonomi dunia semakin keras, dan perubahan politik di sejumlah negara Arab menyulut berbagai harapan yang belum terpenuhi. Sementara itu, di beberapa benua lain, kesabaran masyarakat sudah semakin tipis, menunggu perbaikan hidupnya. Menyadari hal ini, pendiri dan Ketua forum ekonomi dunia, WEF, Klaus Schwab menawarkan pencarian solusi sebagai tema utama. Yakni, "Transformasi Besar: Menemukan Model Baru".

Schweiz Davos Weltwirtschaftsforum Klaus Schwab

Penggulir WEF, Klaus Schwab

Dikatakan Klaus Schwab, " Transformasi global sudah mendesak dilakukan. Kita gagal belajar dari pengalaman pahit krisis keuangan dunia 2009. Kita melihat adanya kesenjangan moral, hutang yang terlalu tinggi, kelalaian berinvestasi dalam masa depan dan runtuhnya keterikatan sosial. Kita terancam kehilangan kepercayaan dari seluruh generasi masa depan.”

Kepada CNN Klaus Schwab mengatakan, "kapitalisme menurut saya sudah kadaluwarsa, konsep itu lahir di masa kapital merupakan sumberdaya terpenting. Saat ini yang terpenting adalah pengembangan bakat"

Lebih 1600 Pengunjung, Termasuk Dari Indonesia

Forum Ekonomi Dunia, WEF, akan dibuka oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel. Selain dihadiri pemimpin Jerman, Forum tersebut akan dihadiri PM Inggris David Cameron, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon, Direktur eksekutif Dana Internasional Moneter, Christine Lagarde dan sekitar 1600 elit bisnis dunia.

Disamping itu akan hadir para pemimpin baru yang lahir dari gerakan musim semi Arab, serta tokoh-tokoh dari kalangan sosial, budaya dan media, seperti pencetus ide mikrokredit Muhammad Yunus, penulis Thomas Friedman, penyanyi Mick Jagger dan banyak lagi.

Selama lima hari pertemuan, akan berlangsung hampir 300 kegiatan yang berkaitan dengan aspek Pertumbuhan dan Ketenagakerjaan, Kepemimpinan dan Inovasi, Sumberdaya dan Keberlanjutan, serta perkembangan Sosial dan Teknologi.

Delegasi Indonesia akan datang dari kalangan pemerintah maupun pelaku bisnis. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu serta Menteri Perdagangan Gita Wirjawan didampingi 12 pebisnis terkemuka Indonesia.

Terbuka Bagi Protes?

Para organisator dan pejabat kota Davos kali ini kembali berusaha mengubah citra pertemuan tertutup para petinggi dunia yang dimiliki WEF, dengan menjadikannya ajang terbuka bagi pemikiran alternatif yang bisa membantu sebagai jalan keluar dari masalah aktual dunia.

Selasa (24/01) pagi, kurang dari 10 orang berunjuk rasa sebentar dekat kawasan pertemuan yang dipagari. Sementara walikota Davos, Hans Peter Michel, mengambil posisi yang lebih lunak sehubungan aksi protes. Ia menyediakan lahan dekat stasiun kereta api kepada para demonstran Occupy WEF untuk membangun perkampungan Igloo, rumah gaya Eskimo yang terbuat dari es.

Hingga kini sudah terbangun 3 igloo, dua tenda, sebuah dapur umum dan poster bertuliskan, “Jangan biarkan mereka mengambil keputusan untuk kamu”. Aktifis David Roth berkilah, sangat susah untuk bekerja dalam cuaca di bawah 20 derajat selsius.

Sayangnya kebanyakan pengunjung akan datang dengan pesawat udara. Dan di kota Bern, sekitar 150 demonstran yang menuju Davos dihadang dan dibubarkan.

dpad/afp/Edith Koesoemawiria
Editor: Hendra Pasuhuk