1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jaringan Global untuk Iklim dalam Global Media Forum

Meskipun banyak konferensi iklim digelar, sebagian besar dengan hasil kurang memuaskan, Global Media Forum (21- 23/06) yang digelar DW juga mengambil tema iklim. Yakni perubahan iklim dan pemarannya di media.

default

Felix Finkbeiner dan murid-murid lainnya pendukung program 'Plant for the Planet'

Awal Mei 2010 di Petersberg dekat Bonn. Dalam ruangan di Hotel Petersberg duduk 45 menteri lingkungan dari seluruh dunia. Di luar hotel, berdiri sekitar 200 anak-anak. Mereka termasuk program inisiatif murid-murid sedunia „Plant for he Planet“ atau menanam untuk planet.

Mereka ingin menanam satu juta pohon di setiap negara di seluruh dunia. Demikian pula di Petersberg, mereka menanam pohon yang kesekian juta di Jerman. Dijelaskan Felix Finkbeiner, tiga tahun lalu ia memiliki gagasan, anak-anak di setiap negara di seluruh dunia mungkin dapat menanam satu juta pohon, untuk kepentingan iklim.


„Di kelas saya harus menyampaikan makalah tentang krisis iklim. Ketika saya mempersiapkan makalah, saya menemukan informasi bahwa Wangari Maathai, seorang perempuan di Kenya Afrika, dalam 30 tahun menanam 30 juta pohon. Pada waktu menyampaikan makalah saya secara spontan mengatakan: Mari kita di setiap negara di dunia menanam satu juta pohon.“

Saat ini anak-anak di 72 negara menanam pohon untuk kepentingan perlindungan iklim. Finkbeiner, duta besar iklim yang berusia 12 tahun itu tanggal 21 Juni mendatang akan membuka Global Media Forum, bersama-sama dengan pionir pesawat terbang bertenaga surya Bertrand Piccard. Konferensi di Bonn dengan Deutsche Welle sebagai penyelenggara, tahun ini juga akan dihadiri Herman Scheer. Anggota parlemen Jerman dari Partai Sosial Demokrat SPD, yang pada tahun 1999 dianugerahi Hadiah Nobel Alternatif atas jasanya menggalakkan pemakaian energi surya. Scheer yakin, dalam mengatasi perubahan iklim selain pengembangan besar-besaran energi terbarukan, karbondioksida harus diambil kembali dari atmosfir. Hal itu tidak menyangkut sarana teknik, melainkan hanya dapat dilakukan dengan program penanaman kembali besar-besaran secara global. Dengan cara inilah pengikatan kembali CO 2 dalam pertumbuhan hutan dapat terjadi.

Duta besar iklim berusia 12 tahun bertemu dengan anggota parlemen Jerman, dengan sutradara film, dengan aktivis lingkungan Cina, juga dengan pengusaha energi matahari. Ralf Noting adalah pimpinan Deutsche Welle Media Services yang merencanakan dan mengorganisir Global Media Forum ke 3 yang akan digelar selama 3 hari di Bonn


„Global Media Forum bersifat internasional, antar bidang ilmu dan interaktif. Artinya kami mempertemukan berbagai aktor dari bidang ilmu pengetahuan, dari politik, dari media tentu saja, (karena kami memang sebuah konferensi media), dari organisasi-organisasi internasional dan NGO bersama-sama dalam satu meja dan mendorong mereka berpikir: Apa masalahnya, apa peluang solusinya. Dan dengan cara apa media dapat membantu menyuarakan masalah dan juga solusinya, agar tekanan dari masyarakat terhadap pihak-pihak penentu termasuk juga politisi semakin besar.“

Tapi tampaknya di situlah letak masalahnya. Setidaknya berdasarkan hasil jajak pendapat dari 13 ribu orang di 18 negara. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Pusat Peneliti opini publik Synovate yang bekerja sama dengan Deutsche Welle. Kesimpulan Direktur Deutsche Welle Erik Bettermann mengenai hasil jajak pendapat yang mengejutkan itu adalah pengetahuan tentang adanya perubahan iklim memang tersebar cukup luas, tapi masyarakat yang menganggap dampak hal itu tidak terlalu buruk juga meningkat.

Dalam hal ini Ralf Nolting juga melihat adanya masalah psikologis. Oleh sebab itu faktor psikologis ini juga akan dibahas dalam Global Media Forum 21 hingga 23 Juni mendatang, dengan menghadirkan Mark Brayne. Seorang jurnalis dan pakar ilmu kejiwaan. Organisator Global Media Forum Ralf Nolting menjelaskan


„Itu memang segi psikologis atau bawaan genetika orang-orang yang sudah mencapai umur tertentu. Mereka kebanyakan adalah orang yang sudah memiliki jabatan dengan posisi menentukan. Orang-orang ini tidak lagi suka mencoba hal-hal baru. Singkatnya, jika seseorang bekerja pada tambang batu bara atau seorang pengusaha pembangkit listrik yang selama hidupnya mengubah tenaga batu bara menjadi energi, ia akan menghadapi masalah psikologis jika tiba-tiba harus menggunakan tenaga surya atau tenaga angin.“

Jika memikirkan orang-orang yang lanjut usia atau orang dewasa, duta besar iklim Felix Finkbeiner yang berusia 12 tahun, juga memiliki pandangan sendiri


„Bagi kami anak-anak masa depan berarti 80 sampai 90 tahun ke depan. Bagi kebanyakan orang, masa depan berarti 20,30 atau 40 tahun. Dan kebanyakan orang dewasa tampaknya tidak mengerti apa yang dirasakan kami, anak-anak, jika mendengar setiap hari 30 ribu anak kelaparan. Dan jumlah itu terus meningkat akibat krisis iklim.“

Oleh sebab itu Felix Finkbeiner berusaha menyelamatkan iklim dunia. Ia sudah menerbitkan buku dengan rekan-rekan seperjuangannya. Mengunjungi seluruh dunia, bertemu dengan para selebritis, bertemu dengan anggota parlemen Eropa dan menanam pohon. Itulah tindakan yang dilakukan Felix Finkbeiner dan murid-murid lain di dunia yang mengikuti gagasannya. Sebuah tindakan nyata seperti yang dikatakan pemenang hadiah nobel Alternatif Hermann Scheer „Berpikir global, bertindak lokal. Itulah tindakan dengan tanggung jawab global.“

Matthias von Hein/Dyan Kostermans

Editor: Marjory Linardy