1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Jalan Panjang Sepak Bola

Apa yang bisa kita dapatkan dari sebuah pertandingan persahabatan dengan tim terkenal? Andibachtiar Yusuf, sutradara sekaligus pengamat Sepak Bola membagi pandangannya tentang arti bermain melawan tim-tim terkenal.

“Kalian ini bikin malu!!!” maki Oscar Tabarez malam itu di ruang ganti Stadion Gelora Bung Karno. “Kamu Diego, masih ingat nama bandara tempat kita mendarat dua hari lalu?” dengan ragu Diego Godin menggeleng. “Kamu Martin, ingat nama ibukota negara ini?” tanya Oscar lagi, Martin berpikir sejenak dan berkata dengan ragu “Jakarta bukan ya?”

Dengan berapi-api Oscar Tabarez memberi semangat timnya “Kita ini nomer 4 di Piala Dunia 2 bulan lalu, kalian pernah dengar negara ini main sepak bola? Pernah tahu siapa tadi itu penyerang mereka yang bikin gol ke gawang kita, si nomor 20 yang katanya legenda disini. Tunjukkan kalian pantas ada di papan atas dunia, sana main serius!!” Kemudian kita semua tahu, Uruguay bermain seperti yang sesungguhnya mereka tampilkan di Afrika Selatan dua bulan berselang. Permainan rapat, passing cepat, gerak sinergis antar pemain yang luar biasa sampai tusukan-tusukan yang saya yakin tak pernah dihadapi pemain nasional kita sebelumnya.

Lalu di sisa pertandingan 45 menit kedua di malam itu, kita melihat bagaimana Nova Arianto yang selalu gagah menjaga Persib Bandung harus kewalahan digempur habis-habisan. Boaz Solossa dan duetnya Bambang Pamungkas yang selalu disebut sebagai tandem maut saat itu, terpaksa harus sering berada tak jauh dari kotak penalti…..untuk bertahan!

“Kekalahan yang sungguh memalukan!” demikian tulis banyak akun twitter malam itu juga. Segala cacian ditujukan terutama pada Bambang Pamungkas yang dianggap sebagai kartu mati di aksinya malam itu. Kekalahan telak 1-7 setelah sebelumnya unggul 1-0 dianggap sebagai aib yang memalukan bagi bangsa Indonesia oleh para pencinta sepak bola kita.

Begitu? Ah saya rasa tidak pantas untuk terlalu berlebihan pada hasil macam itu. Ilustrasi narasi Oscar Tabarez di depan para pemainnya di ruang ganti adalah murni rekayasa saya yang bisa saja betul-betul terjadi malam itu. Sejauh apa sih sebenarnya popularitas Indonesia di peta dunia? Apalagi di sebuah negara yang nun jauh di sisi bumi itu. Kita tak ada di peta teknologi dunia, di peta sinema internasional praktis nama Gareth Evans bisa jadi lebih besar dari Indonesia itu sendiri, apalagi di sepak bola.

Dunia lebih mengenal Trinidad & Tobago dengan Dwight Yorke dan kawan-kawannya yang pernah ke Piala Dunia 2006. Lebih tahu pada Kaledonia Baru negeri kelahiran Cristian Karembeu yang bersama Perancis pernah menjadi raja dunia dan Eropa. Bahkan bisa jadi lebih tahu pada Vietnam atau Thailand, Malaysia bahkan Myanmar yang memang sering sekali menjadi lokasi shooting banyak film dunia.

Silakan klik untuk lanjutan artikel ini.

Laporan Pilihan