1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jaksa Agung Pilihan Trump Tidak Laporkan Pertemuan dengan Rusia

Jeff Sessions dalam sidang konfirmasi Senat tidak mengungkap pertemuannya dengan duta besar Rusia tahun lalu. Pertemuan digelar saat muncul tuduhan keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden AS.

Harian AS "Washington Post" melaporkan Rabu (01/03), jaksa agung Amerika Serikat, Jeff Sessions dua kali bertemu dengan duta besar Rusia untuk AS Sergey Kislyak pada tahun lalu. Fakta ini tidak diungkap Sessions dalam sidang konfirmasi Senat sebelum ia diresmikan sebagai jaksa agung baru. "Washington Post" mengutip pernyataan para pejabat departemen kehakiman.

Salah satu pertemuan terjadi di bulan September 2016, saat Rusia dituduh mengintervensi pemilihan presiden AS agar wakil partai Republik Donald Trump unggul. Pertemuan lainnya diperkirakan terjadi di bulan Juli. Walau saat itu ia menjabat sebagai senator Alabama, Sessions juga berperan sebagai penasehat kebijakan urusan luar negeri bagi Trump.  

Sessions membantah

Dalam pernyataan yang diposting oleh juru bicaranya Sarah Isgur Flores di Twitter, Sessions membantah tuduhan tersebut. "Saya tidak pernah bertemu dengan pejabat Rusia untuk membicarakan masalah kampanye. Saya tidak mengerti apa maksud tuduhan ini. Ini salah." 

Menurut "Washington Post", pada sidang konfirmasi bulan Januari, Senat bertanya kepada Sessions,  apa yang akan ia lakukan jika mendapat informasi bahwa salah seorang dari tim kampanye Trump berhubungan dengan pihak Rusia saat kampanye 2016. 

"Saya tidak mendengar adanya kegiatan semacam itu," ujar Sessions saat itu. "Saya tidak melakukan komunikasi dengan pihak Rusia."

Nancy Pelosi, anggota Senat dari pihak Demokrat, menuntut Sessions untuk mengundurkan diri. "Setelah berbohong di bawah sumpah tentang komunikasinya dengan Rusia, jaksa agung harus mundur", tegasnya.

vlz/as (Washington Post, afp, dpa)

Laporan Pilihan