1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jabatan Ketua Mahkamah Agung Filipina Dicopot

Senat Filipina, Selasa (29/05) menyetujui melepas jabatan ketua Mahkamah Agung di negara tersebut, Renato Corona.

Ketua Mahkamah Agung Filipina dicopot dari jabatan terkait kasus korupsi. Menurut laporan media Filipina Selasa (29/5), 20 dari 23 senator menyatakan Renato Corona bersalah. Pria berusia 63 tahun itu dituduh menghalang-halangi pengusutan terhadap mantan presiden Gloria Arroyo, yang juga dituduh melakukan korupsi. Selain itu Corona tidak membeberkan secara terbuka kekayaan yang sedikitnya bernilai 2,4 juta dollar AS, seperti yang ditetapkan Undang-Undang.

Former Philippine President Gloria Macapagal Arroyo waves upon her arrival at the Hall of Justice to appear at a court on electoral fraud case in Pasay city, metro Manila February 23, 2012. Arroyo entered a plead of not guilty in the electoral fraud charges at a Manila regional trial court. REUTERS/Romeo Ranoco (PHILIPPINES - Tags: POLITICS CRIME LAW) // Eingestellt von wa

Gloria Macapagal Arroyo

Renato Corona adalah ketua Mahkamah Agung pertama dalam sejarah Filipina yang harus mengalami pencabutan jabatan. Menurut pengamat di Manila, keputusan itu memiliki arti jauh lebih besar dari „kasus Corona“ sendiri. Untuk pertama kalinya seorang pejabat tinggi dan pegawai negara dicabut dari jabatannya melalui proses pengadilan.

Presidential candidate Senator Benigno Noynoy Aquino III flashes the L sign (for Laban meaning Fight) during a live televison program Tuesday, May 4, 2010 in a sports stadium in Manila, Philippines. Aquino, an opposition senator and son of the country's denocracy icon the late President Corazon Aquino, has widened lead over his closest rivals in the race for presidency, an independent survey said. (AP Photo/Pat Roque)

Benigno Aquino

Perang melawan korupsi di Filipina merupakan salah satu janji pemilu dari presiden saat ini Benigno Aquino. Setelah kemenangan Aquino dan beberapa pekan sebelum masa jabatan Arroyo berakhir, awal tahun 2010 Gloria Arroyo mengangkat Corona menjadi ketua Mahkamah Agung. Dengan demikian ia melanggar peraturan tidak tertulis dimana presiden yang akan berakhir masa jabatannya sebaiknya tidak lagi menentukan pos jabatan penting.

DK/dpa/kna/afp