1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Italia Terancam Dilanda Krisis Politik

Perseteruan antara Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi dan ketua parlemen Gianfranco Fini meruncing. Fini dan pendukungnya hari Jumat (30/07) mengumumkan bahwa mereka membentuk fraksi baru di parlemen.

PM Italia Silvio Berlusconi (kanan) dan seterunya Gianfranco Fini (kiri).

PM Italia Silvio Berlusconi (kanan) dan seterunya Gianfranco Fini (kiri).

Setelah hari Kamis malam (29/07), Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mendesak agar ketua parlemen Gianfranco Fini mengundurkan diri, Jumat (30/07) Fini menolak lengser dari jabatannya.

Katanya, "Tentu saja saya tidak akan mundur, karena semua orang tahu bahwa ketua parlemen menjamin peraturan dan kepemimpinan lintas partai dalam parlemen, dan tentu bukan hanya harus menjamin mayoritas koalisi yang memilih dia.“

32 anggota parlemen yang mendukung Fini berbalik menentang partai yang memerintah, Partai Rakyat Kebebasan (PDL).

Para anggota parlemen yang kini terpecah belah, beberapa di antaranya menteri pemerintahan Berlusconi, mendirikan fraksi baru dengan nama “Masa Depan dan Kebebasan untuk Italia“.

Dengan begitu suara mayoritas bagi Berlusconi di parlemen, yang saat ini berjumlah 316 dari 630 kursi menjadi terancam. Selama ini kubu tengah kanan di bawah pimpinan PDL meraih mayoritas dengan 342 kursi, sementara oposisi mendapatkan 269 kursi. 19 anggota lain dalam parlemen fleksibel berpindah kubu.

Partai Demokratis (PD), pihak terkuat oposisi, menjelaskan bahwa pemerintahan Berlusconi sudah tidak eksis lagi dan mendesak agar dibentuk pemerintahan peralihan. Namun Berlusconi sebelumnya menekankan bahwa tidak akan ada kemungkinan perpecahan dalam pemerintahannya.

Menurut laporan berbagai media di Italia, saat ini PM Berlusconi menggelar pertemuan rahasia dengan beberapa anggota parlemen guna mengamankan suara mayoritasnya.

Sejak pertengahan dasawarsa 90an, Gianfranco Fini dan Silvio Berlusconi merupakan sekutu dekat politisnya. Tahun lalu mereka membentuk partai PDL. Namun beberapa bulan terakhir ini mereka terlibat dalam perseteruan terbuka yang puncaknya terjadi hari Kamis (29/07). Berlusconi meminta agar Fini mundur dari jabatannya sebagai ketua parlemen.

Usai rapat dengan jajaran tinggi partai, Berlusconi mengatakan bahwa posisi Fini sama sekali ‚bertentangan' dengan Partai Rakyat Kebebasan, PDL. Partai itu tidak dapat terus-menerus menebus dengan harga tinggi perpecahan yang terang-terangan.

Sengketanya dengan Berlusconi disebut Fini sebagai "babak yang buruk bagi kubu tengah kanan dan seluruh politik Italia." Fini menuntut internal Partai PDL untuk semakin terbuka dan menerima kritik. Menurut pandangan Fini, PDL terlalu terpengaruh oleh mitra koalisinya yang anti orang asing, Partai Lega Nord. Selain itu Fini berusaha menampilkan diri sebagai pejuang anti korupsi. Berlusconi sendiri terjerat beberapa skandal. Beberapa bulan lalu dua menteri terpaksa mengundurkan diri karena tuduhan korupsi.

Gregor Hoppe/afp/Luky Setyarini

Editor: Dyan Kostermans